Ibu Dua Anak Jadi Pengedar Sabu, Dua Kurirnya Ikut Ditangkap

  • 05-11-2019 / 17:19 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Ibu Dua Anak Jadi Pengedar Sabu, Dua Kurirnya Ikut Ditangkap Ketiga jaringan narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan serta barang buktinya.

Malangpostonline.com - Welas Asih Ayu, ibu rumah tangga ini, menyusul suaminya meringkuk dalam tahanan. Ibu dua anak warga Jalan Muharto VB, Kelurahan Kota Lama, Kedungkandang ini, akhir pekan lalu ditangkap Satreskoba Polres Malang. Wanita berusia 44 tahun ini, diamankan karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu (SS).

Dia diamankan petugas di rumahnya. Barang buktinya sabu-sabu seberat 4,10 gram, dalam kemasan plastik. Barang tersebut ditemukan dalam saku celananya.

"Tersangka Welas ini, merupakan pengedar narkoba. Suaminya, juga pengedar narkoba dan ditangkap Polres Malang Kota sekitar dua pekan lalu," ujar Kasatreskoba Polres Malang, AKP Anton Widodo.

Tertangkapnya Welas ini, bermula dari tertangkapnya dua kurir SS. Yakni, Moch Yunus alias Bimbim, 32 dan Sutrisno, 39, warga Jalan Muharto VII, Kelurahan Kota Lama, Kedungkandang. Keduanya diamankan selang satu jam, sebelum polisi menangkap Welas.

Penangkapan kedua kurir SS ini, menurut Anton, bermula dari adanya informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau akan ada transaksi narkoba di Jalan Murcoyo, Kecamatan Gondanglegi.

Dari informasi tersebut, polisi lantas menindaklanjuti dengan melakukan penyanggongan. Ketika keduanya datang dan hendak mengantarkan SS, petugas langsung menyergapnya. Keduanya tidak berkutik karena ditemukan barang bukti SS seberat 38,34 gram.

"Mereka berdua ini, hanya seorang kurir saja. Ketika kami tangkap, keduanya tanpa melakukan perlawanan," jelas mantan Kasatreskrim Polres Batu.

Ketika ditangkap, keduanya mengaku kalau mereka adalah suruhan Welas. Akhirnya petugas langsung mengembangkan kasusnya dengan menangkap Welas di rumahnya.

Tersangka Welas mengaku, kalau dirinya mendapat barang dari seorang teman suaminya. Dia transaksi lewat telepon. Kemudian setelah pembayaran, barang diranjau di sebuah tempat. Setelah itu, baru dikirim pada pembeli melalui dua kurir.

"Satu gram sabu tersebut, saya jual dengan harga Rp 1,3 juta. Saya menjual sabu-sabu itupun, karena atas suruhan suami. Selain itu juga terdesak kebutuhan ekonomi," ucap Welas di hadapan penyidik.
Akibat perbuatannya tersebut, mereka dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Ancaman hukumannya adalah 12 tahun kurungan penjara. (agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU