Jaringan Pengedar Obat Ilegal Dibongkar Satreskrim Polres Malang

  • 06-11-2019 / 13:39 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Jaringan Pengedar Obat Ilegal Dibongkar Satreskrim Polres Malang Ketiga tersangka jaringan pengedar obat dan jamu tanpa ada izin edar yang diamankan Satreskrim Polres Malang.

Malangpostonline.com - Satreskrim Polres Malang membongkar jaringan penjualan obat dan jamu tanpa dilengkapi izin edar atau ilegal, Minggu (3/11). Polisi berhasil menangkap tiga orang. Selain pengecer serta distributor obat, juga mengamankan seorang produsen atau peracik obat-obatan tersebut.

"Mereka bertiga ini, kami tangkap di tiga lokasi yang berbeda. Pertama yang kami amankan adalah pengecer, kemudian distributor dan terakhir produsennya," ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Ketiga tersangka ini adalah, Soleh Aziz, 52, warga Perum Tirtasani Estate, Kecamatan Singosari. Dia ini adalah produsen yang memproduksi obat-obatan dan jamu. Soleh ditangkap petugas di rumahnya.

Lalu, Suyadi alias Bobi, 49, warga Dusun Prangas, Desa Klepu, Sumbermanjing Wetan. Dia ini berperan sebagai distributor. Bobi dibekuk petugas di sebuah toko jamu di Desa Kedok Wetan, Kecamatan Turen.

Selanjutnya, Siswandi, 69, warga Jalan Janti Barat III, Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun. Dia berperan sebagai pengecer. Siswandi diringkus petugas di Pasar Wonokerto, Kecamatan Bantur.

Dari ketiga tersangka ini, polisi mengamankan ratusan botol berisi jamu berbagai merek. Mulai jamu untuk asam urat, anti alergi, flu tulang dan pegal linu. Termasuk juga ratusan butir obat-obatan yang diakui untuk obat segala macam penyakit.

"Barang bukti tersebut kami amankan dari ketiga tersangka. Saya juga sudah memerintahkan ke Satreskrim untuk mencari barang bukti lain yang sudah beredar di pasaran," tegas Ujung.

Penangkapan jaringan penjualan obat-obatan dan jamu tanpa izin edar ini, bermula dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau ada obat dan jamu yang beredar di pasar, tanpa dilengkapi dengan izin edar.

Berangkat dari informasi tersebut, polisi lantas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan Siswandi selaku pengecer. Dari Siswandi didapat keterangan kalau dia mendapatkan barang dari Bobi, hingga polisi menangkapnya.

Kemudian, Bobi dalam pemeriksaan mengatakan, kalau dia mendapatkan obat serta jamu dari tersangka Soleh. Akhirnya polisi mengembangkan kasusnya dan berhasil menangkap Soleh di rumahnya.

"Obat dan jamu yang diedarkan oleh tersangka ini, sangat berbahaya. Karena obat diracik sendiri tanpa ada izin edarnya," jelas perwira dengan pangkat dua melati ini. (agp/Malangpostonline.com)

Editor :
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU