Dibeli dari Apotek Diedarkan di Pasar dan Toko

  • 06-11-2019 / 13:41 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Dibeli dari Apotek Diedarkan di Pasar dan Toko Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, dan Kasubag Humas menunjukkan barang bukti. 

Malangpostonline.com - Praktik pembuatan dan penjualan obat-obatan tanpa izin atau ilegal yang dilakukan oleh jaringan Soleh Aziz Cs, sudah berlangsung sejak tahun 2018 lalu. Sudah ratusan obat dan jamu ilegal yang dipasarkan di masyarakat.

"Jaringan penjualan obat ilegal ini, sudah berlangsung sejak setahun. Produksi obatnya sudah beredar di masyarakat," ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Modus operandi dari praktik ilegal yang dilakukan Soleh Aziz, warga Perum Tirtasani Estate, Kecamatan Singosari ini, dengan cara membeli obat-obatan di beberapa apotek. Dia membeli obat yang dijual bebas tanpa resep dokter. 

Setiap kali membeli, selalu dalam jumlah banyak. Kemudian, oleh Soleh, obat-obatan tersebut diracik sendiri dengan dikemas dalam bungkus plastik. Kemasan yang diedarkan, kemudian diberi label yang sudah disiapkan.

Setelah sudah dalam bentuk kemasan, kemudian dijual kepada Suyadi alias Bobi, warga Desa Klepu, Sumbermanjing Wetan. Selanjutnya, dari Bobi dijual kepada tersangka Siswandi untuk diecerkan ke pasar dan toko-toko.

"Ada beberapa pasar yang menjadi wilayah edarnya. Diantaranya seperti Pasar Wajak, Pasar Bantur serta Pasar Wonokerto. Termasuk beberapa toko di wilayah Kabupaten Malang," terang Ujung.

Apakah ada keterlibatan dari pihak Apotek, karena pembelian obat dalam jumlah banyak tanpa resep dokter?. Ujung, menegaskan saat ini, kasusnya masih terus dikembangkan dan didalami. 

"Sedang kami dalami, apakah ada keterlibatan dari Apotek ataukah orang lain dalam kasus ini. Sementara ini, baru tiga orang tersangka ini yang kami amankan," tegasnya.

Akibat perbuatannya tersebut, ketiganya dijerat dengan pasal 196 Jo pasal 197 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukumannya adalah kurungan penjara selama 15 tahun.

Sekadar diketahui, Satreskrim Polres Malang membongkar jaringan penjualan obat dan jamu tanpa dilengkapi izin edar atau ilegal, Minggu (3/11). Polisi berhasil menangkap tiga orang. Selain pengecer serta distributor obat, juga mengamankan seorang produsen atau peracik obat-obatan tersebut.

Ketiga tersangka ini adalah, Soleh Aziz, 52, warga Perum Tirtasani Estate, Kecamatan Singosari. Dia ini adalah produsen yang memproduksi obat-obatan dan jamu. Soleh ditangkap petugas di rumahnya.

Lalu, Suyadi alias Bobi, 49, warga Dusun Prangas, Desa Klepu, Sumbermanjing Wetan. Dia ini berperan sebagai distributor. Bobi dibekuk petugas di sebuah toko jamu di Desa Kedok Wetan, Kecamatan Turen.

Selanjutnya, Siswandi, 69, warga Jalan Janti Barat III, Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun. Dia berperan sebagai pengecer. Siswandi diringkus petugas di Pasar Wonokerto, Kecamatan Bantur. (agp/Malangpostonline.com)

Editor :
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU