Pemilik Cafe Jadi Tersangka, KA Ternyata Juga Korban

  • 06-11-2019 / 14:44 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Pemilik Cafe Jadi Tersangka, KA Ternyata Juga Korban Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, didampingi Kasatreskrim, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, ketika menginterogasi tersangka Reva.

Malangpostonline.com - Setelah menjalani pemeriksaan maraton di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, pemilik bisnis cafe dan karaoke, Tiwi Rahayu alias Reva, 32, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan KA, 15, yang sebelumnya ikut diamankan karena diduga sebagai perekrut, dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan.

"KA kami pulangkan karena juga sebagai korban. Sehingga ada dua orang yang menjadi korban eksploitasi tersangka Reva. Selain KA, juga korban asal Lumajang," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Sekadar diketahui, Unit Reskrim Polsek Sumberpucung, membongkar kasus perdagangan anak Senin (4/11) malam. Polisi mengamankan dua orang wanita. Satu diketahui berperan sebagai pemilik tempat yang mempekerjakan korban, sedangkan satu lagi diduga berperan sebagai perekrut korban.

Mereka adalah, Tiwi Rahayu alias Reva, 32. Warga asal Maospati, Kabupaten Magetan yang menetap di Sumberpucung ini, adalah pemilik karaoke yang mempekerjakan korban. Dan, KA, 15, warga asal Kelurahan/Kecamatan Turen ini, yang diduga merekrut korban. 

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan pengungkapan kasus ini, bermula dari laporan seorang warga Lumajang, ke Polsek Sumberpucung. Dalam laporannya, mengatakan kalau anaknya tidak pulang sejak tanggal 31 Oktober 2019.

Kemudian setelah dilakukan pelacakan, ternyata korban berada di cafe karaoke milik tersangka Reva. Di cafe tersebut, selama empat hari, korban dijadikan sebagai pemandu lagu. Termasuk juga diminta untuk melayani tamu pria hidung belang. 

Akibat dari perbuatannya tersebut, tersangka Reva dijerat dengan pasal 83 Jo pasal 76F dan pasal 88 Jo pasal 76I Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

"Ancaman hukumannya kurungan penjara selama 15 tahun. Kasusnya saat ini, juga sedang kami kembangkan," jelas Ujung. (agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU