Polisi Selidiki Keterlibatan Pihak Apotek

  • 07-11-2019 / 16:47 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Polisi Selidiki Keterlibatan Pihak Apotek Ketiga tersangka jaringan penjualan obat dan jamu ilegal yang diamankan Satreskrim Polres Malang.

Malangpostonline.com - Satreskrim Polres Malang, tidak berhenti dengan menangkap tiga orang jaringan penjualan obat dan jamu tanpa dilengkapi izin edar atau ilegal, yang diamankan Minggu (3/11). Polisi sedang mengembangkan kasusnya, untuk memburu pelaku lainnya. Termasuk menyelidiki keterlibatan pihak Apotek.

Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kamis (7/11). Menurutnya, kemungkinan masih ada pelaku lain, yang ikut terlibat dalam bisnis penjualan obat dan jamu ilegal tersebut.

"Sekarang anggota sedang mendalami dan mengembangkan kasusnya. Selain memburu pelaku lain, termasuk juga mencari barang bukti obat serta jamu lain yang sudah beredar di toko dan pasar," terang Tiksnarto.

Tidak hanya itu, lanjut mantan Kasatreskrim Polres Gresik ini, Satreskrim Polres Malang juga sedang mendalami keterlibatan pihak Apotek, dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Apakah ada orang dalam yang memasok obat-obatan terhadap jaringan kelompok Soleh Aziz Cs.

"Untuk keterlibatan pihak Apotek masih kami dalami. Kami masih meminta keterangan sejumlah saksi," ujarnya.

Pendalaman kasus terhadap pihak Apotek ini, dilakukan karena berdasarkan pengakuan produsen obat dan jamu ilegal, Soleh Aziz. Dia mengatakan kalau obat-obatan dibeli dari Apotek yang kemudian diracik sendiri. Pembelian obat dilakukan dalam jumlah banyak tanpa menggunakan resep. 

Sekadar diketahui, Satreskrim Polres Malang membongkar jaringan penjualan obat dan jamu tanpa dilengkapi izin edar atau ilegal, Minggu (3/11). Polisi berhasil menangkap tiga orang. Selain pengecer serta distributor obat, juga mengamankan seorang produsen atau peracik obat-obatan tersebut.

Ketiga tersangka ini adalah, Soleh Aziz, 52, warga Perum Tirtasani Estate, Kecamatan Singosari. Dia ini adalah produsen yang memproduksi obat-obatan dan jamu. Soleh ditangkap petugas di rumahnya.

Lalu, Suyadi alias Bobi, 49, warga Dusun Prangas, Desa Klepu, Sumbermanjing Wetan. Dia ini berperan sebagai distributor. Bobi dibekuk petugas di sebuah toko jamu di Desa Kedok Wetan, Kecamatan Turen.

Selanjutnya, Siswandi, 69, warga Jalan Janti Barat III, Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun. Dia berperan sebagai pengecer. Siswandi diringkus petugas di Pasar Wonokerto, Kecamatan Bantur.

Dari ketiga tersangka ini, polisi mengamankan ratusan botol berisi jamu berbagai merek. Mulai jamu untuk asam urat, anti alergi, flu tulang dan pegal linu. Termasuk juga ratusan butir obat-obatan yang diakui untuk obat segala macam penyakit. (agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU