Warga Blimbing Tewas Mengapung di Kolam Pemancingan

  • 15-11-2019 / 18:51 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Warga Blimbing Tewas Mengapung di Kolam Pemancingan EVAKUASI: Petugas Polsek Sumberpucung ketika mengevakuasi jenazah korban di TKP.

Malangpostonline.com - Seorang pemancing tewas di kolam pancing DAS Brantas Dusun Suko Desa Sumberpucung Kabupaten Malang, Kamis (14/11) sore. Korban bernama Suprayitno Sudiono, 60, pekerjaan satpam, warga Jalan Phospat Kelurahan Purwantoro Blimbing. Jenazahnya ditemukan oleh pemancing lainnya.

Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa ini diketahui terjadi pukul 15.00. Saat itu korban masih terlihat sehat-sehat dan bertemu dengan sesama pemancing di kawasan lapak pemancingan milik Syabani. Slamet Hariono, 51, warga Suko, masih sempat menyapa korban di warung dekat pemancingan.

Slamet naik ke warung yang ada sekitar 50 meter dari TKP. Setelah itu, M Fatkhur, 42, warga Anusopati Sumberpucung, turun ke lapak pemancingan. Fatkhur hendak memancing, ketika melihat ada seseorang terapung di lapak pemancingan. Saat mendekat, Fatkhur kaget melihat korban sudah ada di pinggir lapak.

Posisi tubuhnya terapung dan telentang dengan kondisi kepala masih berada di permukaan air. Secara otomatis, Fatkhur langsung meminta bantuan kepada warga dan petugas pengelola pemancingan. Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Sumberpucung. Petugas Unit Reskrim Polsek Sumberpucung meluncur bersama petugas medis Puskesmas Sumberpucung.

Mayatnya ditemukan di pinggir lapak yang terbuat dari bambu dan kayu. Sebagian badan tenggelam, kepala mengapung di atas air, serta tangan kanan korban masih memegang tas berisi peralatan memancing. Korban dievakuasi ke daratan untuk diperiksa oleh petugas medis.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik secara kasat mata dari tubuh korban. Kondisi di sekitar TKP juga licin karena baru saja hujan deras. Setelah menggali keterangan dari keluarga, korban diketahui menderita sakit jantung. Dia masih dalam proses rawat jalan, dan hal ini dikuatkan dengan surat rujukan periksa ke RSI Aisyah Malang.

“Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak untuk otopsi. Penolakan dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan oleh perangkat desa. Korban, disinyalir meninggal secara wajar, karena tak ditemukan tanda kekerasan fisik di tubuhnya,” tutup AKP Ainun Djariyah, Kasubbag Humas Polres Malang kemarin.(fin/lim/Malangpostonline.com)

Editor : lim
Uploader : irawan
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU