Curi Ponsel Plus Ketahuan Pelihara Hewan Langka, Hukumannya Dobel!

  • 22-11-2019 / 18:19 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Curi Ponsel Plus Ketahuan Pelihara Hewan Langka, Hukumannya Dobel! Amanda Egatya/Malang Post//HUKUMAN DOBEL: Tersangka Nur Rahman dalam rilis resmi di halaman Polres Malang Kota, Jumat (22/11).

Malangpostonline.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang Kota melakukan ungkap kasus pencurian sekaligus memelihara hewan langka, Jumat (22/11). Hal tersebut membuat tersangka harus mendapat hukuman dobel dan semakin lama mendekan di balik jeruji besi.

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengungkapkan, penangkapan tersangka Nur Rahman, 33 warga Perumahan Joyogrand, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang berawal dari laporan pencurian ponsel yang dilakukan oleh tersangka di salah satu swalayan.

"Mulanya, tersangka mengambil ponsel di salah satu swalayan di kawasan Lowokwaru dan membuang sim cardnya. Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku," terang dia.

Ketika melakukan penggeledahan dan penangkapan, pihak kepolisian menemukan satu hewan langka di rumah tersangka, yakni Elang Bondol yang berusia sekitar 2 tahun. "Tersangka mendapatkan hewan tersebut dari rekannya yang sudah meninggal dunia. Berdasarkan pengakuan pelaku, dia memelihara ini sudah sejak tahun 2006. Ini masih kami dalami," tegas Dony.

Atas perbuatannya itu, atas kasus pencurian, tersangka dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara, terkait kepemilikan satwa yang dilindungi, ia dikenakan pasal 21 ayat (2) huruf a Jo pasal 40 ayat (2) UURI Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, drngan ancaman pudana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Saat ini, barang bukti Elang Bondol telah diserahkan Polres Malang Kota kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur.

"Setelah ini, kami akan membawa barang bukti ke kandang transit di Surabaya. Kemudian, tim kami akan melakukan penilaian kondisi satwa itu," terang Kasatpolhut BKSDA Jawa Timur, Hari Purnomo.

Setelah kondisi satwa diketahui, Elang Bondol tersebut akan dilatih kembali untuk dilepas liarkan. "Kalau kembali ke alam, harus dilatih lagi. Sebab, selama ini, dalam pemberian makan, dia tinggal dikasih saja. Jadi harus adaptasi lagi," beber dia.

Pada kesempatan tersebut, Hari menambahkan, jenis Elang Bondol merupakan satwa yang dilindungi. Sehingga, masyarakat umum tidak boleh menangkap, apalagi memeliharanya. "Jika ada yang melanggar, harus menerima konsekuensi sesuai dengan hukum yang berlaku," tandas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU