Kelainan Sejak SMA, Ngaku Puas Usai Berbuat

  • 07-12-2019 / 14:52 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Kelainan Sejak SMA, Ngaku Puas Usai Berbuat Tersangka Chusnul Huda, ketika digelandang oleh petugas.

Malangpostonline.com - Setelah menjalani pemeriksaan maraton sejak ditangkap Jumat (6/12) sore, Satreskrim Polres Malang, menetapkan Chusnul Huda, 38, sebagai tersangka. Warga Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen ini, ditangkap saat bersembunyi di wilayah Kecamatan Turen.

"Tersangka kami tangkap pukul 16.00. Sebelumnya dia kabur dari rumah sejak Selasa (3/12)," ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, saat merilis kasus pelecehan seksual tersebut, Sabtu (7/12) siang.

Menurut Ujung, penangkapan Chusnul Huda, ditangkap berdasarkan laporan dari salah satu korban, pada Selasa (3/12). Dalam laporannya, korban mengaku dicabuli oleh Chusnul Huda, guru tidak tetap (GTT) bimbingan konseling (BK) di SMP Negeri 4 Kepanjen.

Dari laporan itu, polisi lantas melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi serta cek lokasi. Setelah sudah cukup bukti, petugas langsung menangkap Chusnul Huda di wilayah Turen.

Dalam melakukan perbuatan cabul, tersangka Chusnul Huda, dengan tipu muslihat dan rangkaian kata-kata bohong. Tersangka memaksa korban, dengan mengatakan sedang melakukan disertasi S3 tentang kenakalan remaja. Tersangka mengaku membutuhkan sample sperma, ukuran panjang penis, bulu kemaluan, bulu ketiak dan bulu kaki.

Karena sebelumnya sudah diancam, apalagi juga disumpah Alquran, korban dengan terpaksa menuruti kemauan korban. "Perbuatan pelecehan itu, dilakukan di ruang tamu BK di luar jam sekolah. Biasanya sepulang sekolah, dengan cara pintu dan kelambu ruangan ditutup rapat," jelasnya.

Sementara itu, dalam pengakuan tersangka Chusnul Huda, mengatakan kalau dirinya memang kelainan. Meskipun sudah memiliki istri dan seorang anak, tetapi tersangka juga suka dengan sesama jenis.

"Saya bergejolak (suka dengan laki-laki, red) sejak SMA. Tidak tahu kenapa, karena tiba-tiba saja suka sesama jenis," ucap tersangka Chusnul Huda.

Menariknya lagi, setelah berbuat pencabulan terhadap para korban laki-laki, tersangka mengaku puas. Ia merasakan kepuasan dan kenikmatan tersendiri. Bahkan tak jarang tersangka juga mengaku sampai klimaks.

"Saya merasa puas," katanya singkat dengan kepala terus menunduk. Bahkan, tersangka Chusnul Huda, tidak menyesal karena bisa menyalurkan hasratnya.(agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU