Dijerat Pasal Berlapis, Ternyata Juga Palsukan Ijazah

  • 07-12-2019 / 15:09 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Dijerat Pasal Berlapis, Ternyata Juga Palsukan Ijazah Kapolres Malang didampingi Kasatreskrim dan Kasubag Humas ketika meminta keterangan tersangka Chusnul Huda.

Malangpostonline.com - Ada fakta baru dalam kasus pelecehan seksual yang dilakukan Chusnul Huda, 38, mantan GTT SMPN 4 Kepanjen. Tersangka warga Desa Kedungpedaringan, Kepanjen ini, ternyata juga memalsukan ijazah. Dokumen ijazah yang digunakan melamar sebagai guru ternyata palsu.

"Ijazah palsu ini terbongkar, setelah kasus pelecehan ini terungkap. Kami juga sudah kroscek ke Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), ternyata tidak pernah mengeluarkan ijazah atas nama tersangka," terang Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Dalam keterangan tersangka ketika diminta keterangan, sebelum menjadi guru di SMPN 4 Kepanjen, adalah seorang sales buku. Dia menawarkan buku di sekolah tersebut. Kemudian menanyakan apakah ada lowongan kerjaan sebagai guru.

Setelah disampaikan ada, pada Desember 2015 lalu mendaftar. Pertama sebagai guru pembantu staf biasa. Lalu diangkat menjadi guru honorer BK, dan diangkat lagi menjadi guru PPKN.

"Ijazah yang saya pakai memang palsu. Saya tidak memiliki ijazah asli. Ketika mendaftar sebagai guru honorer, ijazah yang saya gunakan hanya foto copy saja. Karena saya kuliah di Unikama jurusan Bimbingan Konseling hanya sampai semester IV saja," beber tersangka Chusnul Huda.

Akibat perbuatannya tersebut, Chusnul Huda, dijerat dengan pasal berlapis. Yakni, pasal 82 ayat 1 dan 2 juncto pasal 76e Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukumannya 5 - 15 tahun. Sedangkan ayat 2 kalau dilakukan orangtua termasuk guru pendidik ditambah 1/3 ancamannya hukumannya menjadi 20 tahun," tegas Ujung.

Selain itu, tersangka juga dijerat dengan pasal 294 KUHP tentang perbuatan cabul. Serta pasal 263 KUHP tentang pemalsuan ijazahnya.(agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU