Polsek Sukun Tangkap Dua Pengedar Dobel L

  • 07-12-2019 / 19:56 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Polsek Sukun Tangkap Dua Pengedar Dobel L

Malangpostonline.com - Pihak kepolisian dari Polresta Malang Kota tak main-main dalam memberantas kasus pengedaran narkoba. Terbaru, Polsek Sukun berhasil menangkap dua orang pengedar Pil Dobel L. Keduanya mengedarkan barang haram itu di area Lapas Wanita Klas IIA Sukun Malang. Namun, aksi keduanya berhasil digagalkan oleh polisi.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, Jumat (22/11) sekitar pukul 15.00, petugas kepolisian mendapat laporan dari petugas Lapas Wanita Klas IIA Malang. Bahwa ada seseorang yang telah mengedarkan pil dobel L di area Lapas. Berdasarkan informasi tersebut, pihak kepolisian langsung datang ke lokasi dan melakukan pemantauan terhadap orang tersebut.

Kemudian, Jumat (6/12) lalu, pihak kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Sukun melakukan penangkapan dan penggelesahan terhadap terduga pelaku, yakni Suhartoyok alias Dul, 35 warga Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Setelah menangkap tersangka, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa pil dobel L sebanyak 200 butir, dimana pil tersebut sudah diberikan kepada penghuni Lapas Wanita berinisial S.

Setelah dilakukan introgasi, Dul mengaku telah melakukan transaksi pil dobel L sebanyak dua kali. Kemudian, tersangka beserta barang bukti langsung dibawa ke Polsek Sukun. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi juga berhasil menangkap rekan Dul, yakni Imam Wahyudi, 21 warga Kebonagung, Kabupaten Malang.

Setelah melakukan introgasi mendalam, dari kedua tersangka, polisi berhasil menyita barang berupa dua buah paket berisi 400 butir pil dobel L yang telah diserahkan ke S, satu bungkua pil koplo berisi 806 butir dobel L, satu unit sepeda motor milik tersangka sebagai sarana dan uang tunai sebesar Rp 300 ribu.

Sementara itu, Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Kedua tersangka dan barang bukti sudah kami amankan. Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata dia.

Dia menambahkan, keduanya ditahan lantaran dengan sengaja memproduksi atau menyediakan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau yang tidak memiliki izin edar. "Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 subsider Pasal 197 subsider 198 UU RI No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan," tandas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU