Senin Depan, Para Korban Pelecehan Guru Dilakukan Trauma Healing

  • 12-12-2019 / 16:05 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Senin Depan, Para Korban Pelecehan Guru Dilakukan Trauma Healing Tersangka Chusnul Huda, ketika dimintai keterangan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Malangpostonline.com - Senin (16/12) depan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, mendatangkan ahli psikolog. Selain untuk pendampingan terhadap belasan siswa SMPN 4 Kepanjen yang menjadi korban pelecehan guru, juga memberikan trauma healing pada para korban.

Harapannya, dengan adanya psikolog ini, ada fakta baru yang terungkap. Termasuk siswa lain yang menjadi korban, namun tidak berani mengungkap, supaya mau buka suara. Karena dugaannya, korban pelecehan seksual Chusnul Huda, warga Desa Kedungpedaringan tersebut lebih dari 18 siswa.

"Hari Senin kami akan datangkan psikolog. Semoga nantinya siswa lain yang juga menjadi korban mau berterus terang," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Dikatakannya, karena dari keterangan 18 siswa yang menjadi korban saat diperiksa, mengatakan kalau ada temannya yang juga diperlakukan sama oleh tersangka Chusnul Huda. Namun mereka tidak mau berterus terang dengan alasan malu dan takut.

"Ketika nantinya ada korban lain yang terungkap, akan kami langsung kami berikan trauma healing (pemulihan trauma). Pokoknya seminggu nanti, kami fokuskan pada pemberian trauma healing," tuturnya.

Selain itu, penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang, juga sedang mengebut berkas perkara kasus pencabulan. Harapannya berkas bisa segera selesai, sehingga secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen.

"Kami sudah mengirim SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) ke Kejari Kepanjen. SPDP ini setelah perkara pelecehan seksual ini, ditingkatkan ke penyidikan dari penyelidikan. Sekarang kami sedang mengebut berkasnya, untuk segera pelimpahan tahap awal," jelasnya.

Sekadar diketahui, setelah menjalani pemeriksaan maraton sejak ditangkap Jumat (6/12) sore, Satreskrim Polres Malang, menetapkan Chusnul Huda, 38, sebagai tersangka. Warga Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen ini, ditangkap saat bersembunyi di wilayah Kecamatan Turen.

Chusnul Huda, ditangkap berdasarkan laporan dari salah satu korban, pada Selasa (3/12). Bahkan dia sempat kabur, setelah kasus pelecehan seksual yang dilakukannya terbongkar.

Dalam laporannya, korban mengaku dicabuli oleh Chusnul Huda, guru tidak tetap (GTT) bimbingan konseling (BK) di SMP Negeri 4 Kepanjen. Total korbannya ada 18 siswa yang dicabuli sejak Agustus 2017 sampai Oktober 2019.

Dengan terbongkarnya kasus pelecahan seksual ini, juga terbongkar bahwa Chusnul Huda menggunakan ijazah palsu saat melamar sebagai guru di SMPN 4 Kepanjen, pada akhir 2015 lalu. Karena Universitas Kanjuruhan Malang yang diakui tempat kuliahnya, sama sekali tidak pernah mengeluarkan ijazah atas nama tersangka. (agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU