Ancam Bunuh Orang, Warga Kedungkandang Ditangkap Polsek Bantur

  • 08-01-2020 / 13:52 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Ancam Bunuh Orang, Warga Kedungkandang Ditangkap Polsek Bantur Tersangka Jumari serta barang bukti yang diamankan di Mapolsek Bantur.

Malangpostonline.com - Jumari, 55, warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, harus berurusan dengan polisi. Pria yang berdomisili di Dusun Sumberjambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur ini, Selasa (7/1) diamankan petugas Reskrim Polsek Bantur. Kasusnya, pengancaman serta kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) jenis bedog.

Tersangka ditangkap hanya selang beberapa jam, setelah polisi mendapat laporan dari korban. Yakni, Ngatemin, 65, warga Dusun Sidomulyo, Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

"Dia kami amankan di sebuah warung di Simpang Empat Jalur Lintas Selatan (JLS), di Desa Srigonco, Bantur. Barang buktinya adalah sebilah bedog yang digunakan mengancam korban," ungkap Kanitreskrim Polsek Bantur, Aipda Zuhdy Yahya.

Peristiwa pengancaman yang dialami korban Ngatemin, terjadi Senin (6/1) malam sekitar pukul 19.30. Kejadiannya di sebuah warung kopi di simpang empat JLS, Desa Srigonco, Bantur.

Ceritanya, malam itu korban sedang minum kopi di warung milik saksi Gimin. Ketika sedang asyik nongkrong, korban tiba-tiba dipanggil oleh tersangka. Lantaran tidak curiga, korban langsung menghampirinya.

Setelah mendekat, rambut korban langsung ditarik. Tersangka juga mengeluarkan sebilah bedog dari balik bajunya. Senjata tajam itu, diarahkan ke leher korban sembari mengancam, akan membunuhnya.

Korban yang jiwanya terancam, hanya berucap minta maaf ketika ada salah pada tersangka. Korban pun dilepaskan oleh tersangka, yang kemudian meninggalkan lokasi kejadian.

Namun lantaran jiwanya merasa terancam, esok paginya sekitar pukul 07.00, korban melaporkan ke Polsek Bantur. Atas laporan itulah, polisi langsung menangkap tersangka Jumari.

"Dia kami jerat dengan pasal 2 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang kedapatan membawa senjata tajam tanpa izin. Dan, pasal 335 ayat 1 KUHP tentang pengancaman," terangnya.

Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka mengaku sakit hati dengan koban. Karena korban sering berkeliaran di depan warung miliknya sembari menaburkan sesuatu. "Dia melakukan guna-guna supaya warung milik saya sepi," ucap tersangka Jumari di hadapan penyidik.(agp)

Editor :
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU