Preman Poncokusumo Ditangkap Kasus Penggelapan Truk

  • 08-01-2020 / 14:14 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Preman Poncokusumo Ditangkap Kasus Penggelapan Truk Tersangka Sudiono alias Kaduk, serta barang bukti kendaraan truk yang diamankan di Mapolsek Kepanjen.

Malangpostonline.com - Gabungan Unit Reskrim Polsek Kepanjen dan Buser Polres Malang, menangkap Sudiono alias Kaduk, 52, Rabu (8/1) dini hari. Warga Dusun Wonokerto, Desa Sumberejo, Poncokusumo ini, ditangkap karena kasus penipuan dan penggelapan.

Korbannya adalah Agus Purjianto, 46, warga Dusun Cuwet, Desa Plosojenaer, Kecamatan Kauman, Ponorogo. Kendaraan truk nopol AD-1632-YB milik korban, digelapkan oleh tersangka dengan dijual kepada orang lain.

"Tersangka kami tangkap di rumahnya. Barang buktinya satu unit truk milik korban yang digadaikan kepada orang lain, juga sudah kami amankan. Sekarang kasusnya masih dikembangkan, apakah ada korban lainnya," ujar Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo.

Diperoleh keterangan, antara korban dengan tersangka sudah saling kenal. Korban mengenal tersangka sekitar 7 tahun lalu, sebagai preman eskpedisi truk yang masuk wilayah Malang dan kota-kota lain. Para sopir truk menyetor uang keamanan bulanan kepada tersangka Kaduk, yang mengaku memiliki biro jasa pengawasan PT Arema Bersatu.

Kemudian sekitar 6 bulan lalu, kendaraan milik korban ditilang di wilayah Malang. Lantaran surat tilang hilang, korban tidak bisa menghadiri sidang. Ketika korban bingung ini, kemudian tersangka menghubunginya.

Dalam pembicaraan lewat telepon, tersangka mengaku bisa mengambilkan STNK di Kejaksaan. Syaratnya kendaraan harus dihadirkan tanpa sopir atau pemilik. Tersangka mengaku seakan-akan kenal dekat dengan Jaksa.

Karena percaya, pada 23 Desember 2019 tersangka mengajak janjian di pinggir jalan depan Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Korban menyuruh Juari, 43, sopirnya untuk mengantarkan kendaraan truk.

Begitu ketemu, Juari lantas diminta menunggu, karena tersangka akan mengurus sendiri. Namun ternyata setelah ditunggu sampai malam, tersangka tidak kembali. Saat dihubungi nomornya juga tidak aktif. Karena merasa tertipu, akhirnya melaporkan ke Polsek Kepanjen.

Berangkat dari laporan itulah, akhirnya polisi mencari keberadaan tersangka. Begitu diketahui di rumahnya, petugas langsung menangkapnya. Tersangka mengaku kalau truk milik korban telah dijual kepada orang lain. Uang hasil penjualan diakui sudah habis untuk foya-foya.

"Tersangka ini merupakan residivis. Sudah tiga kali ini keluar masuk penjara. Tahun 2003 lalu, ditahan karena kasus pencurian dengan kekerasan. Kemudian tahun 2006 ditahan lantaran kedapatan membawa senjata tajam," jelas mantan Kapolsekta Lowokwaru ini. (agp)

Editor : agp
Uploader : rois
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU