Curi Kambing Ketahuan, ODGJ Bacok Tiga Warga

  • 08-01-2020 / 15:31 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Curi Kambing Ketahuan, ODGJ Bacok Tiga Warga Mistar, ketika dibawa ke Puskesmas Wonosari.

Malangpostonline.com - Tiga warga Dusun Arjomulyo, Desa Bangelan, Wonosari, mengalami luka bacok Selasa (7/1) pagi. Mereka terkena sabetan senjata tajam milik Mistar, 40, warga sekitar. Pria yang diketahui mengalami gangguan jiwa ini atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), ngamuk setelah kepergok mencuri kambing milik warga.

Ketiga korban yang terluka adalah, Didik, 39, mengalami luka bacok di bagian jari tangan kanan. Nanang, 38, mengalami luka bacok di pinggang kiri. Dan, Paito, 49, mengalami luka bacok lengan kiri.

"Luka yang dialami ketiga korban tidak terlalu serius. Mereka sudah mendapat pengobatan," ujar Kapolsek Wonosari, AKP Edy Purnama.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00. Bermula dari Yasmi, 52, warga sekitar mengetahui kambing milim anaknya, Sunardi, tidak ada di dalam kandang. Yasmi lantas meminta bantuan Samidi, tetangganya untuk mencarikannya.

Saksi Samidi, lantas mencari di sekitar kandang. Diketahui ada jejak bercak darah, yang menuju ke rumah Mista. Samidi lantas masuk, dan mengetahui kalau kambing sudah disembelih, dikuliti bahkan sebagian daging sudah dimasak.

Mengetahui hal itu, Samidi lantas memberitahu warga sekitar. Ia meminta bantuan warga untuk menanyakan asal usul kambing yang disembelih.

Ketika melihat kedatangan banyak orang, Mistar langsung ngamuk. Pria yang bernah menjalani perawatan di RS Jiwa Lawang ini, mengeluarkan senjata tajam dan menodongkan pada warga.

Lantaran melihat tindakan Mistar membahayakan, warga bersama-sama berusaha menenangkan dan menangkap Mistar. Namun Mistar berontak, sehingga senjata tajam yang disabetkan melukai tiga orang.

Meskipun ada yang terluka, namun warga berhasil menangkap Mistar dan mengikatnya. Selanjutnya, melaporkan kejadian itu ke perangkat desa serta petugas Polsek Wonosari.

"Ketika mendapat laporan, kami langsung datang ke lokasi. Kasusnya kami selesaikan secara kekeluargaan bersama tiga pilar, yakni Kepala Desa, Bhabinkamtibmas serta Babhinsa. Kasusnya pun tidak dilanjut, dan ketiga korban tidak menuntut karena menyadari pelakunya mengalami gangguan jiwa," terang Edy Purnama.

Mantan KBO Satlantas Polres Malang ini menambahkan, setelah diamankan Mistar juga langsung dibawa ke Puskesmas Wonosari, karena mengalami luka setelah dipukuli warga saat diamankan. "Untuk proses selanjutnya, kami langsung meminta kepada keluarganya agar korban dibawa ke RS Jiwa Lawang, supaya tidak membahayakan warga lainnya," jelasnya.(agp)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU