Polresta Makota Tangkap Pengedar Ganja

  • 09-01-2020 / 14:27 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Polresta Makota Tangkap Pengedar Ganja Kasat Reskoba Polresta Malang Kota, Kompol Adi Sunarto

Malangpostonline.com - Belum lama ini, Satreskoba Polresta Malang Kota menangkap Ahmad Robiyansyah karena mengkonsumsi ganja. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita satu linting rokok ganja dengan berat tiga gram.

Setelah ditelusuri, Ahmad mendapat barang tersebut dari seseorang berinisial A yang saat ini masih DPO. "Tersangka membeli barang dari A yang masih DPO, caranya memesan melalui WhatsApp seharga Rp 100 ribu," terang Kasat Reskoba Polresta Malang Kota, Kompol Adi Sunarto.

Setelah dipesan, ganja tersebut diambil oleh seorang kurir, yakni SAP, 17 dengan sistem ranjau. "Saat ini, SAP sudah berhasil kami amankan," papar dia.

Namun, polisi masih tetap melakukan pengejaran terhadap A, yang diduga sebagai pengedar. "Sampai saat ini  masih kami lakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap A," lanjut dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Malang Kota malakukan penangkapan terhadap pengguna dan kurir narkoba.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengungkapkan, anggota Satreskoba Polresta Malang Kota mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa tersangka merupakan salah satu pengedar narkotika golongan I jenis ganja. Ia ditangkap di Jalan Ngaglik, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita satu linting rokok ganja dengan berat tiga gram, ponsel dan tas punggung," terang dia.

Setelah dilakukan pengembangan, ia mendapatkan barang haram tersebut dari seorang kurir berinisial SAP, 17 warga Klayatan, seharga Rp 100 ribu. "Dari tangan tersangka, kami berhasil menyita barang bukti berupa ganja dengan total berat 49,96 gram dan sabu seberat 0,33 gram, timbangan hingga ponsel," papar dia.

Tak berhenti sampai disitu, pihak kepolisian kembali melakukan pengembangan. "Masih satu orang yang diduga sebagai bandar, berinisial A. Masih DPO," kata dia.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka harus rela mendekam di balik jeruji besi. "Mereka kami kenakan pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 111 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara," kata dia.

Namun, karena SAP masih dibawah umur, proses penanganan perkaranya akan berbeda. "Dalam hal ini, kami akan komunikasikan dengan Badan Pemasyarakatan (Bapas)," tandas dia.(tea)

Editor : tea
Uploader : rois
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU