Pemancing Tewas Tenggelam di Pulau Sempu Malang

  • 19-01-2020 / 17:03 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Pemancing Tewas Tenggelam di Pulau Sempu Malang EVAKUASI: Jenazah Adi Cahyono dievakuasi dari perahu setelah ditemukan tewas tenggelam di daerah Pulau Sempu, Sumbermanjing Wetan (IST/MALANG POST ONLINE).

Malangpostonline.com - Nasib nahas menimpa seorang pemancing asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Sabtu (18/1) malam. Adi Cahyono alias Cas, 33, tewas setelah jatuh dari tebing saat memancing. Dugaannya korban terjatuh karena terpeleset.

Jenazahnya ditemukan berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi terjatuh, Minggu (19/1). Usai dievakuasi, jenazah lantas dibawa ke Puskesmas Sitiarjo. Selanjutnya usai pemeriksaan, langsung dibawa pulang pihak keluarga.

"Jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi, dengan membuat surat pernyataan tertulis," jelas Kasatpolair Polres Malang di Sendangbiru, AKP Dwiko Gunawan.

Informasi yang diperoleh, Sabtu siang sekitar pukul 14.00, korban janjian bertemu dengan enam temannya untuk pergi memancing. Keenam temannya yakni, Dadang Nyarwito, 38, Sapari, 30, M Adiansyah, 14, Heri Hermansyah, 29, Lukito, 34 dan Nanang Eko Prasetyo, 41. Semuanya warga Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak.

Jenazah korban setelah dievakuasi sebelum akhirnya dibawa pulang ke rumah duka.

Mereka janjian bertemu di perempatan lintas. Setelah berkumpul, dengan mengendarai empat unit motor, mereka menuju ke Sendangbiru. Tiba di Pasar Ikan Sendangbiru, sekitar pukul 14.30 untuk membeli ikan yang digunakan sebagai umpan.

Setelah itu, korban dan keenam temannya menuju TPI lama untuk naik perahu tambangan milik Pak Mul. Mereka kemudian menyeberang ke Pulau Sempu. Tiba di Teluk Semut sekitar pukul 14.45.

Selanjutnya mereka berjalan kaki sejauh 3 kilometer menuju Tanjung Celeng, tepatnya di Patuk Amben sebagai spot untuk memancing. Begitu tiba di lokasi, mereka lantas membagi dua kelompok.

Kelompok satu adalah Heri Hermansyah, Sapari serta korban. Sedangkan kelompok dua, Nanang Eko, Lukito, Dadang serta Adiansyah. Jarak antar kelompok hanya sekitar 50 meter. Selanjutnya sembari istirahat, mereka merakit pancing untuk segera memulai memancing.

Selang lima jam, sekitar pukul 22.00, saksi Heri Hermansyah mendengar suara seperti tenda jatuh ke laut. Suara tersebut terdengar dari lokasi korban memancing. Saksi lantas mengambil senter yang kemudian diarahkan ke laut, tetapi tidak terlihat ada barang yang jatuh.

Senter kemudian diarahkan ke lokasi korban, diketahui bahwa korban tidak ada. Hanya terlihat stik pancing milik korban. Ketika dipanggil-panggil, sama sekali tidak ada jawaban dari korban.

"Ketika korban tidak ada ini, saksi lantas memanggil teman-temannya untuk ikut membantu mencari korban," jelas Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Setelah dicari, sekitar pukul 01.00, diketahui tubuh korban terapung di laut dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi terjatuh. Saat terlihat kondisinya tengkurap. Saksi Nanang, lantas mengambil tambang dengan maksud untuk meraih tubuh korban. Tetapi tubuh korban malah terbawa arus laut ke tengah dan hilang.

Sekitar pukul 05.30, petugas Polair Sendangbiru, mendapat laporan adanya korban laka laut. Selanjutnya bersama petugas SAR Pantai Selatan Rescue, melakukan pencarian dengan perahu.

Pukul 07.45, tubuh korban ditemukan di sebelah barat Teluk Semut Pulau Sempu, dengan koordinat 8°26'39" S, 112°40'47". Kondisinya tengkurap dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Akhirnya tubuh korban dievakuasi untuk dibawa ke Puskesmas Sitiarjo.(agp/mar)

Editor : mar
Uploader : Gofur
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU