Dikirim Via Pos, 56 Sex Toys Berbagai Bentuk Disita

  • 23-01-2020 / 17:24 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Dikirim Via Pos, 56 Sex Toys Berbagai Bentuk Disita Berbagai jenis sex toys disita bea cukai bersama barang ilegal lainnya

Malangpostonline.com - Berbagai macam dan bentuk Sex Toys (Alat Bantu Seks,red) menjadi pajangan Kantor Bea Cukai Malang, Kamis (23/1). Sebanyak 56 item Sex Toys ini dipajang hendak dimusnahkan karena merupakan barang illegal.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang Latif Helmi menjelaskan sex toys merupakan barang yang tidak boleh beredar atau barang terlarang. Sex Toys ini disita atas laporan dan juga penyelidikan.

“Puluhan sex toys juga disita karena ditujukan ke beberapa alamat di wilayah Malang melalui kiriman pos,” tegas pria yang baru saja dilantik menjabat sebagai kepala Kantor Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Cukai Malang (Bea Cukai Malang) menggantikan pejabat sebelumnya.

Dijelaskannya asal sex toys ini adalah dari beberapa negara di Eropa juga di kawasan Asia lainnya. Sebelumnya di 2019 lalu Sex Toys juga menjadi barang illegal yang disita Bea Cukai Malang.

Latif menjelaskan hingga akhir 2019 lalu terdapat 113 item barang kiriman pos illegal termasuk sex toys yang disita karena masuk ke wilayah Malang.

Beberapa jenis Sex Toys yang disita diantaranya adalah Vibrator, Vibrate Rotate, Dildo, Rabbit Vibrator, Kegel Balls, Anal Beads dan berbagai macam lainnya.

“Bea Cukai sebagai community protector, yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang impor berbahaya yang dilarang dan/atau dibatasi oleh regulasi dan peredaran barang yang memerlukan pengawasan penuh pada barang-barang yang memiliki dampak negatif,” tegas Mantan Kepala Bea Cukai Madura.

Bea Cukai semakin mengoptimalkan pengawasannya sesuai dengan amanat UU nomor 10 Tahun 1995 Jo. UU nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dan UU nomor 10 Tahun 1995 Jo. UU nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

“Selama tahun 2019, Bea Cukai Malang telah melakukan serangkaian penindakan di bidang Kepabeanan dan Cukai di wilayah Malang Raya berupa 267 SBP (Surat Bukti Penindakan),” pungkasnya. (ica)

Editor : ica
Uploader : rois
Penulis : ica
Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU