Minggu Depan ZA 'Dieksekusi' ke LKSA Darul Aitam Wajak

  • 24-01-2020 / 17:09 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Minggu Depan ZA 'Dieksekusi' ke LKSA Darul Aitam Wajak Koordinator tim kuasa hukum ZA, Bakti Riza Hidayat, SH, ketika menandatangani formulir menerima putusan.

Malangpostonline.com - Keluarga serta tim kuasa hukum ZA, sudah memastikan tidak akan banding atas putusan Majelis Hakim, Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. Mereka menerima putusan hukuman pembinaan selama setahun. Sebagai tindaklanjutnya, Jumat (24/1) mendatangi PN Kepanjen untuk menandatangani formulir tanda terima baik putusan.

"Hari ini (Jumat, red) kami tim kuasa hukum dari ZA, sudah mengisi formulir terima putusan. Setelah kami tandatangani, langsung kami serahkan kepada Panitera, Harianto," ucap koordinator tim kuasa hukum ZA, Bakti Riza Hidayat, SH.

Sebelum menandatangani formulir menerima putusan, Bakti mengatakan sudah berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa menanyakan apakah pihak keluarga dan kuasa hukum mengajukan banding. Setelah dipastikan menerima putusan, JPU juga menyatakan tidak akan banding.

"Ini semuanya supaya putusannya cepat inkrah. Sehingga anak ZA bisa segera menjalani pembinaan," ujar Bakti.

Kapan ZA akan mulai menjalani pembinaan?. Dikatakannya, bahwa setelah penandatanganan formulir, Jaksa akan segera mengeksekusi ZA. Kemungkinan eksekusi ZA dilakukan pada minggu depan.

Sebelum dibawa ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Wajak, ZA akan dibawa ke Dinas Sosial terlebih dahulu. Setelah itu, baru akan dibawa ke LKSA untuk menjalani pembinaan.

"Meskipun nantinya ZA sudah dalam pembinaan, kami sebagai tim kuasa hukum memiliki tanggungjawab moral untuk mengawal dan mengawasinya. Karena harapan kami, supaya ZA bisa fokus dengan sekolah dan pendidikan agamanya," tegas pengacara berambut gondrong ini.

Sekadar diketahui, Hakim tunggal Nunik Deviari, menjatuhi ZA, pelajar pembunuh begal itu, dengan hukuman setahun pembinaan, dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kamis (23/1). Warga Kecamatan Gondanglegi tersebut, harus 'mondok' di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Wajak selama 1 tahun.

Putusan Hakim, sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kristiawan, SH. Pada sidang tuntutan sebelumnya, JPU menggugurkan tiga pasal yang sebelumnya didakwakan kepada ZA. Yakni pasal 340 dan 338 KUHP, serta pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, karena tidak bisa dibuktikan dalam fakta persidangan.

JPU hanya menggunakan pasal 351 ayat 3 KUHP, tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian untuk ZA. Tuntutan atas pasal tersebut, ZA harus 'mondok' selama setahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Wajak.

"Mempertimbang hal-hal yang memberatkan dan meringankan, maka mengadlili Anak ZA dilakukan pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Wajak, selama satu tahun," ungkap Nunik Deviari.(agp)

Editor : agp
Uploader : rois
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU