Diduga Pungli, Kades Jedong Diamankan

  • 24-01-2020 / 20:03 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Diduga Pungli, Kades Jedong Diamankan Di ruang Satreskrim Polres Malang inilah, Tekad Wahyudi masih menjalani pemeriksaan.

Malangpostonline.com - Tim Saber Pungli Polres Malang mengamankan Kepala Desa (Kades) Jedong, Kecamatan Wagir, kabupaten Malang, Tekad Wahyudi, Jumat (24/1). Diduga Kades melakukan pungutan liar (Pungli) dalam proses pembuatan Akta Jual Beli (AJB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas tanah yang ada di wilayah Desa Jedong, Kecamatan Wagir.

Tekad diamankan saat berada di ruang kerjanya, Kantor Desa Jedong. Saat itu, ia baru saja menerima uang dugaan hasil Pungli sebesar Rp 10 juta. Uang dalam amplop warna coklat itupun langsung diamankan sebagai barang bukti.

Kanit Idik IV Tipidkor Satreskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo, membenarkan penangkapan tersebut. Hanya saja, saat ini masih dalam pemeriksaan, termasuk mendalami kasusnya untuk membuktikan dugaan pungli tersebut. "Kami masih melakukan pemeriksaan dan mendalaminya," ujar Rudi Kuswoyo.

Hingga Jumat malam, Tekad masih menjalani pemeriksaan. Dikatakan, pada pasal 32 nomor 24 tahun 2016, tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 37 tahun 1998 tentang peraturan jabatan pejabat pembuat akta tanah, bahwa uang jasa untuk pembuatan AJB memang ada. Hanya saja tidak boleh lebih dari 1 persen atas nilai tanah.

Pada ayat satu, uang jasa (honorarium) PPAT dan PPAT Sementara, termasuk uang jasa saksi tidak boleh melebihi 1 persen dari harga transaksi yang tercantum di dalam akta. Ayat dua, PPAT dan PPAT Sementara wajib memberikan jasa tanpa memungut biaya kepada seseorang yang tidak mampu.

Lalu ayat tiga, di dalam melaksanakan tugasnya, PPAT dan PPAT Sementara dilarang melakukan pungutan diluar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat satu. Keempat, PPAT khusus melaksanakan tugasnya tanpa memungut biaya. Dan kelima, pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 - 4, dikenakan sanksi pidana.

"Sedangkan faktanya, harga transaksi tanah Rp 1,1 miliar. Dan uang jasa yang diminta sebesar Rp 10 juta, tidak melebihi dari 1 persen, malah kurang. Kalau memang terbukti, sesuai pasal 32 ayat 5, hanya dikenakan sanksi administrasi saja," terang Rudi.

Kades Jedong, Tekad Wahyudi ditangkap sekitar pukul 10.30 wib, kemarin. Sewaktu diamankan, ia baru saja menerima uang dari saudara Rawi. Uang sebesar Rp 10 juta itu, sesuai permintaan Tekad, atas jatah 1 persen dari pengurusan AJB.

Uang yang diminta tersebut, alasannya untuk Camat Wagir. Setelah menyerahkan uangnya, Rawi lantas pergi. Sesaat setelah Rawi pergi itulah, Tim Saber Pungli yang sebelumnya mendapat informasi langsung melakukan penangkapan.

Sebagai barang buktinya, polisi mengamankan uang Rp 10 juta dalam amplop cokelat yang masih di atas meja. Selain itu juga sebuah HP Samsung type A500 FGSMH yang berisi transkrip percakapan yang digunakan Tekad. (agp/udi)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU