Ini Kronologi Bocah 11 Tahun Diculik-Dicabuli 4 Tahun oleh Tetangganya

  • 28-01-2020 / 14:45 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Ini Kronologi Bocah 11 Tahun Diculik-Dicabuli 4 Tahun oleh Tetangganya

 Malangpostonline.com- Kasus penculikan dan persetubuhan pada anak di bawah umur di Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur ternyata berawal dari pelaku yang sering meminta korban untuk memijatnya.

Meski kala itu masih berumur 11 tahun, namun korban memiliki keahlian memijat sehingga pelaku kerap meminta korban datang ke rumah untuk dipijat.

Berdasarkan informasi dari Polres Cianjur, Sabtu, 20 Februari 2016 sekitar pukul 17.00 Wib, SF (57) pelaku penculikan dan persetubuhan menghubungi orangtua korban, meminta korban datang ke rumahnya untuk dipijat.

Orangtua korban mulanya tidak merasa curiga, sebab sebelumnya pelaku memang sudah pernah dipijat oleh anaknya.

Dikutip dari detik.com"Pelaku sudah dipijat empat kali oleh korban," ujar Wakapolres Cianjur, Kompol Jaka Mulyana dalam gelar perkara di halaman Mapolres Cianjur di Jalan Kh Abdullah bin Nuh, Selasa (28/1/2020).

Namun setelah itu ternyata korban tidak kunjung pulang. Orangtua korban langsung hilang kontak. "Tiga hari setelah kejadian, tepatnya pada 23 Februari 2016, orangtua korban membuat laporan jika anaknya dibawa kabur oleh pelaku yang merupakan tetangganya," tutur Jaka.

Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya di Desa Wangunjaya Kecamatan Neringgul setelah empat tahun dalam pelarian. "Begitu mendapatkan informasi jika pelaku kembali ke rumahnya, petugas langsung cek lokasi dan mengamankan pelaku," ujar dia.

Jaka mengakui, pelaku kerap berpindah-pindah tempat selama empat tahun. Hal itu membuat pihak kepolisian sulit mencari keberadaan pelaku. Terlebih tidak ada komunikasi sama sekali antara korban dengan orangtuanya, sehingga juga sulit untuk dilacak.

Sementara itu, SF mengaku selama empat tahun ia bersama korban tinggal di gubuk lahan harapan milik perhutani. Ada dua lokasi yang sempat dia tempati, yakin di Ciwidey Bandung dan sekitaran Gunung Papandayan Garut.

"Di saung, tinggal di sana sama korban. Pulang lagi karena korban hamil," ucap SF.

Sementara itu, Firdaus (45) orangtua korban mengaku sudah berusaha keras mencari keberadaan anaknya. Bahkan rumah dan barang berharga dijual untuk ongkos mencari anaknya di Garut dan Ciwidey Bandung.

Dia juga mengaku, pada awal anaknya dibawa pelaku, dia masih bisa berkomunikasi. Bahkan dia juga sempat meminta agar anaknya segera dipulangkan.

 

Dia mengaku tidak berani untuk memaksa langsung pelaku, karena pelaku diketahui merupakan orang yang ditakuti oleh warga. Apalagi pelaku juga sempat memiliki pistol.

"Saya takut, karena dia pernah memperlihatkan pistol. Makanya saya hanya telepon saat itu, minta anak saya dipulangkan secepatnya. Tapi setelah beberapa hari, saya hilang kontak dengan anak," terang dia.

Setelah berhasil ditangkap beberapa hari lalu, korban pun dikembalikan pada orangtuanya. Namun

(ern/ern/dtk/bua)

 

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : DTK
Fotografer : DTK

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU