Diduga Bunuh Diri, Perempuan Asal Kediri Ditemukan Meninggal Dunia

  • 29-01-2020 / 16:28 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Diduga Bunuh Diri, Perempuan Asal Kediri Ditemukan Meninggal Dunia Foto korban semasa hidup.

Malangpostonline.com - Warga kawasan Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru geger, Selasa (28/1). Seorang penghuni rumah di Perum Griya Amarta, yakni Tribuana Tungga Dewi ditemukan meninggal dunia. Jenazah perempuan berusia 20 tahun tersebut langsung dibawa menuju Kamar Jenazah RSSA Malang oleh pihak keluarga.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, jenazah korban pertama kaki diketahui oleh pihak keluarga. Sebab, sejak Minggu (26/1), orangtua korban yang berada di Medan tidak bisa menghubunginya. Kemudian, orangtua korban meminta saudara yang ada di Malang untuk mengecek kondisi korban yang tinggal sendirian di rumah tersebut. Ketika dilakukan pengecekan, kondisi rumah dalam keadaan tidak terkunci dan korban sudah meninggal dunia.

Ketika ditemukan, kondisi jenazah korban cukup mengenaskan. Pada bagian tangan terlihat menghitam serta mulut, hidung dan kepala mengeluarkan darah. Jenazah itu ditemukan tergeletak di lantai pada sebuah kamar.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Lowokwaru dan langsung dilimpahkan ke Polresta Malang Kota. Sampai saat ini, pihak kepolisian masih belum mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengungkapkan, sampai saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum. "Ketika ditemukan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Ada indikasi korban bunuh diri. Namun, kami masih melakukan penyelidikan dan belum bisa menyimpulkan," kata dia.

Namun, dalam tubuh korban, ditemukan janin berusia enam bulan dan sudah tidak bisa diselamatkan. "Kami menemukan adanya janin ketika dilakukan pemeriksaan. Sementara, untuk kondisi jenazah, lebih dari satu hari," papar dia.

Leo melanjutkan, ketika menangani kasus tersebut, ia sempat mengalami kesulitan. Sebab, pihak keluarga korban tidak berkenan dilakukan otopsi. "Kami juga masih menunggu orangtua korban dari Medan. Kami buatkan surat pernyataan sementara juga," tandas dia. (tea)

Editor : tea
Uploader : rois
Penulis : tea
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU