Diancam 20 Tahun, Kasus Guru Cabul Masuk Babak Baru

  • 29-01-2020 / 18:42 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Diancam 20 Tahun, Kasus Guru Cabul Masuk Babak Baru Tersangka Chusnul Huda, guru cabul ketika diamankan di Mapolres Malang.

Malangpostonline.com - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan Chusnul Huda, 38, mantan GTT SMPN 4 Kepanjen, bakal memasuki babak baru. Hari ini (Kamis, red) penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, akan melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen.

"Besok (hari ini, red) kami relas berkas dan tersangkanya," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Menurutnya, pelimpahan berkas tahap dua ini, setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejari Kepanjen. Dengan begitu, maka warga Desa Kedungpdaringan, Kepanjen tersebut akan segera di sidangkan di Pengadilan Negeri Kepanjen.

"Untuk korban jumlahnya tidak ada tambahan. Korban pelecehan seksual tetap 18 siswa," tuturnya.

Chusnul Huda, dijerat dengan pasal berlapis. Yakni, pasal 82 ayat 1 dan 2 juncto pasal 76e Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Ancaman hukumannya 5 - 15 tahun. Sedangkan ayat 2 kalau dilakukan orangtua termasuk guru pendidik ditambah 1/3 ancamannya hukumannya menjadi 20 tahun.

Selain itu, tersangka juga dijerat dengan pasal 294 KUHP tentang perbuatan cabul. Serta pasal 263 KUHP tentang pemalsuan ijazahnya.

Sekadar diketahui, awal Desember 2019 lalu, lembaga pendidikan tercoreng oleh ulah salah satu guru di SMP Negeri 4 Kepanjen. Chusnul Huda, guru honorer di sekolah tersebut berbuat tidak senonoh terhadap belasan siswa dengan cara onani.

Kasus tidak senonoh ini terjadi sekitar setahun lalu. Ada 18 siswa yang menjadi korbannya. Modus pelecahan seksual, dengan cara siswa dipanggil ke ruang CH.

Kebetulan di sekolah itu, CH adalah seorang guru Bimbingan Konseling (BK). Saat di ruangannya, CH, warga Desa Kedung Pedaringan, Kepanjen ini, lantas meminta tolong pada korban. CH mengatakan sedang mengadakan penelitian untuk keperluan lanjutan pendidikan S3.(agp)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU