Kematian Tragis Videografer Cianjur di Tangan Pembunuh Misterius

  • 08-02-2020 / 11:34 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Kematian Tragis Videografer Cianjur di Tangan Pembunuh Misterius Ayah mertua memperlihatkan foto korban semasa hidup/Foto: Ismet Selamet

Malangpostonline.com - Kamis (6/2/2020) warga Cianjur dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki yang tergeletak bersimbah darah di pelataran ruko di Pasirhayam Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pria yang tewas dalam kondisi mengenaskan, dengan luka hantaman benda tumpul di kepala itu belakangan diketahui bernama Muhammad Rega (31), warga Perumahan Bumi Mas Desa Sirnagalih kecamatan Cilaku. Ia berprofesi sebagai videogragfer.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad Rega ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB oleh seorang warga yang melintas. Warga itupun langsung melaporkan pada pihak kepolisian.

"Ditemukan Kamis (6/2/2020) subuh sudah dalam kondisi meninggal dunia, langsung kami bawa ke instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Sayang Cianjur," ucap Kapolsek Cilaku, Kompol S Lubis saat ditemui di IPK RSUD Cianjur di Jalan Rumah Sakit.

Korban diguga mengalami pengeroyokan hingga tewas. Bahkan pada bagian kepala korban terdapat tiga luka robek akibat hantaman benda tumpul. Selain itu pada bagian wajah korban terdapat memar.

"Dugaan sementara pria itu korban pengeroyokan. Korban meninggal akibat luka serius di kepala dikarenakan hantaman benda tumpul," kata Lubis. Dikutip dari Detik.com

Karyawan dari salah satu ruko di lokasi kejadian, Ikhsan mengatakan, pada Kamis (6/2/2020) dini hari, ia sempat mendengar suara keributan di luar tokonya. Bahkan dia menyebut pada malam itu seperti ada orang yang menggebrak-gebrang rolling door tokonya.

Namun dia tidak mengecek ke luar lantaran takut dan mengira itu hal biasa, mengingat memang kerap ada anak punk yang nongkrong dan berbuat keributan saat malam hari.

"Waktu malam itu memang ada suara ramai gitu, tapi saya enggak lihat ke luar karena memang sering ramai juga sama anak punk kalau malam," ujar dia.

Dia pun mengaku kanget, ketika pagi hari, ia melihat garis polisi sudah melintang di tiga ruko termasuk ruko tempatnya bekerja. Selain itu, bercak darah langsung ditutupi tanah oleh warga sekitar. "Infonya ada yang meninggal karena dikeroyok," tuturnya.

Satreskrim Polres Cianjur masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus meninggalnya videografer yang diduga menjadi korban pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Niki Randhany, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan dari para saksi terkait ditemukannya pria yang meninggal di pelataran toko di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.

Sayangnya pihak kepolisian tidak berhasil mendapatkan rekaman CCTV untuk mendapatkan kronologis pasti dan wajah para pelaku pengeroyokan terhadap korban.

"CCTV di sekitar lokasi ada, tapi kondisinya mati atau tidak merekam. Jadi kami mengoptimalkan keterangan dari sejumlah saksi dan akan segera mengungkap kasus ini," kata Niki.

Ditanya terkait kemungkinan pelaku dan korban saling mengenal, Niki, mengaku masih mendalaminya, termasuk motif dari para pelaku.

"Masih didalami, tapi untuk sementara kemungkinan pelaku dan korban tidak saling kenal," ucap Niki.

Korban Tinggalkan Istri yang Tengah Hamil dan Anak Balita

Korban diketahui meninggalkan istri yang tengah hamil dan anak perempuan berusia 3 tahun. Zenal Mustofa (50), mertua korban, mengungkapkan, sejak mendapatkan kabar meninggalnya Muhammad Rega, sang istri kerap menangis dan merenungi kepergian suami tercintanya itu.

"Awalnya masih bisa tegar, tapi tadi pagi saat saya hendak berangkat ke kamar mayat RSUD Sayang Cianjur, anak saya terlihat murung dan melamun, sesekali menangis," kata dia saat ditemui di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Sayang Cianjur, Jumat (7/2/2020).

Dia mengaku mengkhawatirkan kondisi anak perempuannya tersebut, mengingat istri korban tengah hamil muda dan belum lama ini baru sembuh dari penyakit typus.

"Jelas khawatir, kondisi ibunya ataupun anak dalam kandungannya. Setidaknya kan jadi beban pikiran. Tapi saya terus berusaha menenangkan anak saya supaya bisa mengikhlaskan kepergian korban," ucap Zenal.

Dia mengaku juga sedih melihat cucunya yang kini sudah ditinggal ayahnya. Saat ini, cucu perempuannya tersebut masih belum mengetahui ayahnya meninggal.

"Masih tahunya korban bekerja, belum tahu meninggal. Tapi lama kelamaan pasti dia juga tahu kalau ayahnya sudah tidak ada, takutnya jadi pikiran juga untuk cucu saya," tuturnya.

Dia berhadap, pihak kepolisian bisa segera mengungkap kasus meninggalnya Muhammad Rega dan menangkap para pelaku. Zenal juga meminta agar pelaku dihukum Seberat-beratnya.

"Kami minta pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya. Apalagi kan dia menghilangkan nyawa," tegasnya. (ern/ern/dtk/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : DTK
Fotografer : DTK

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU