Bubarkan Pesta Miras, Temukan Dobel L

  • 09-02-2020 / 18:48 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Bubarkan Pesta Miras, Temukan Dobel L

Malangpostonline.com - Polsek Poncokusumo tidak menyangka, laporan masyarakat yang awalnya adalah keluhan soal pesta miras, berubah menjadi kasus penyalahgunaan obat. Pengungkapan ini tak lepas dari tindakan cepat Unit Reskrim Polsek Poncokusumo, ketika menerima keluhan warga, Minggu (9/2).

Sabtu, pukul 23.00 WIB, Unit Reskrim Polsek Poncokusumo, menindaklanjuti laporan masyarakat, dengan melakukan razia ke Desa Belung Poncokusumo. Pasalnya, ada dugaan terjadi pesta miras. Benar saja, saat polisi mendatangi lokasi sebuah ruko di Dusun Belung, pada Minggu dini hari, ditemukan ada empat pemuda yang sedang mabuk-mabukan.

Pesta miras langsung berhenti, karena petugas melakukan penggeledahan terhadap para pemuda tersebut. Ternyata, saat penggeledahan terjadi, polisi tak hanya menemukan minuman keras saja. Petugas mendapati seorang pemuda, inisial ZZ, mengantongi 8 bungkus kertas grenjeng rokok.

Isinya, adalah pil dobel L yang digunakan untuk nge-fly. Pemuda itu mengaku membeli dobel L dari seorang pengedar bernama Reza Bachmid, 20, warga Dusun Belung, Desa Belung Poncokusumo. Akhirnya, penyelidikan pun dilakukan, sampai Minggu pukul 01.30 WIB dini hari.

Polisi berhasil melacak keberadaan dan rumahnya. Dia pun langsung dijemput dan dibawa ke Polsek Poncokusumo untuk dimintai keterangan. Hasilnya, tersangka mengakui telah menjual pil dobel L tersebut kepada saksi ZZ, sejumlah 100 butir pada tanggal 7 Februari 2020, Jumat.

Tersangka menjual 100 butir seharga Rp 170 ribu kepada saksi ZZ. Tersangka pun tak lagi pulang ke rumahnya, tapi harus ngandang di Polsek Poncokusumo. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Uang tunai Rp 100 ribu, sisa penjualan dobel L, serta 51 butir pil dobel L, diamankan sebagai barang bukti kejahatan.

“Proses hukum masih berlanjut dan kasusnya ditangani oleh Polsek Poncokusumo,” tandas Kasubbag Humas Polres Malang, Ipda Nining Kusumawati, dikonfirmasi Malang Post, Minggu (9/2).

Tersangka, dijerat dengan pasal 196 sub pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman 4 tahun.(fin)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : fin
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU