Polisi Selidiki Kasus Karyawati yang Nyaris 'Diculik' Sopir Taksi Online

  • 10-02-2020 / 11:30 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Polisi Selidiki Kasus Karyawati yang Nyaris 'Diculik' Sopir Taksi Online Foto: Ilustrasi (Rifkianto Nugroho)

Malangpostonline.com -  Seorang karyawati berinisial T (25) nyaris 'diculik' oleh sopir taksi online. Polres Jakarta Barat akan menyelidiki kejadian tersebut.

"Masih kami selidiki," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Arsya mengatakan , pihaknya belum menerima laporan dari korban terkait kejadian tersebut. Polisi masih menunggu korban untuk melapor.

"Karena sampai saat ini korban belum membuat LP (laporan polisi)," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, T memesan taksi online pada Kamis (6/2) lalu. Dia meminta dijemput dari kosan di Palmerah, Jakarta Barat dengan tujuan pengantaran ke Darmawangsa, Jaksel, lalu ke Ice BSD.

Semula, T sedikit curiga lantaran sopir taksi online tersebut tidak kunjung menjemputnya setelah 15 menit dia memesan. Padalah jika dilihat dari map pada aplikasi taksi online, posisi sopir dekat dengan titik penjemputan.

Setelah 15 menit kemudian sopir baru tiba, T pun naik mobil Toyota Sigra tersebut. Namun, bukannya melaju ke arah selatan ke Darmawangsa, sopir taksi online itu malah membawanya ke arah barat. T saat itu terus memberi tahu sopir taksi online itu bahwa tujuan pertamanya adalah ke Darmawangsa, namun selalu dijawab sang sopir 'iya ini sesuai map'.

Selama perjalanan itu, T merasakan keganjilan pada sopir taksi online. Sang sopir melakukan komunikasi dengan bahasa-bahasa kode yang tidak dimengerti oleh T. Dia kurang tahu pasti, suara orang yang berkomunikasi dengan sopir taksi itu keluar dari handy talky (HT) atau handphone.

"Nah, di situ dia jawabnya bisik-bisik 'poin satu... masuk satu'," ucap T menirukan sopir tersebut, saat dihubungi detikcom, Minggu (9/2/2020).

Singkat cerita, T kemudian tersadar dirinya sudah berada di ruas Jalan Tol Kebon Jeruk arah Tangerang. Dengan nada keras, T meminta sopir taksi online itu untuk keluar dan mencari jalan untuk memutar balik.

"Saya teriak 'lho kok ini malah masuk tol', (sopir menjawab) 'iya ini sesuai map. Dharmawangsa di Tangerang kan', 'lho mana ada Dharmawangsa di Tangerang, Dharmawangsa di Jakarta Selatan'," tuturnya.

Perdebatan dengan sopir pun terjadi. Dalam kepanikan, T kemudian mengirimkan lokasi ke pacarnya. Dia juga memencet tombol emergency di aplikasi Grab yang terhubung ke call center. Dalam percakapan telepon, pihak call center memastikan akan mengirimkan tim Satgas untuk menjemputnya. Telepon pun terus tersambung selama T berada di dalam mobil tersebut.

"Sopir itu panik, kemudian mengerem mendadak sampai barang-barang saya jatuh," ucapnya.

Sopir tersebut kemudian akhirnya menurunkannya di pinggir tol. T lantas menyusuri jalan sepanjang tol mencari pintu keluar tol. Dia akhirnya tiba di jalan raya di dekat AKR Tower, Kebon Jeruk.

Meski tidak dirugikan secara materi, T berencana membuat laporan polisi. Sejatinya, T membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya pagi ini.

"Iya rencananya Senin (10/2) besok saya akan membuat laporan ke Polda Metro Jaya yang di Semanggi," kata T saat berbincang dengan detikcom, Minggu (9/2/2020).

Grab Nonaktifkan Akun Driver

Sementara, pihak Grab telah menindaklanjuti informasi penumpangnya yang viral di media sosial itu. Grab memastikan telah menonaktifkan sopir tersebut.

"Terima kasih atas perhatian penuhnya terhadap peristiwa ini. Untuk hal ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang. Selain itu, kami telah langsung menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut," ujar Public Relations Manager Grab Indonesia Andre Sebastian kepada wartawan, Minggu (9/2/2020).

T, perempuan yang menjadi korban, selamat setelah menekan emergency button pada aplikasi Grab. Andre menjelaskan soal fitur tersebut.

"Kami juga ingin menginformasikan bahwa saat ini pada aplikasi Grab sudah tersedia Emergency Button untuk penumpang jika mengalami keadaan darurat. Fitur ini melengkapi fitur keselamatan lainnya yang sudah tersedia di aplikasi Grab, yaitu Share My Ride (bagikan perjalanan), penyamaran nomor telepon penumpang, dan VOIP Call untuk meningkatkan rasa aman pengguna," ujar Andre. (mei/mei/dtk/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : DTK
Fotografer : DTK

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU