Gara-Gara Ganggu Bobok Siang, Bocah Dipaksa Bobok Bareng Pak Tua Ini

  • 10-02-2020 / 13:31 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Gara-Gara Ganggu Bobok Siang, Bocah Dipaksa Bobok Bareng Pak Tua Ini PERIKSA : Penyidik Unit PPA Polres Malang saat memeriksa Atmari, tersangka percabulan anak di bawah umur.

Malangpostonline.com - Tak ada alasan apapun yang bisa diterima untuk melakukan pemerkosaan terhadap anak. Apalagi, alasan dari Atmari, 42, warga Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, yang mencabuli R, 12, hanya gara-gara mengganggu jam bobok siangnya. Akibatnya, tukang bangunan ini harus berhadapan dengan jeruji bui.

Saat diperiksa oleh penyidik Unit PPA Polres Malang, Atmari mengaku melakukan tindakan itu dua kali. “Dia sering main ke rumah saya siang-siang. Dia teman anak saya,” kata Atmari kepada penyidik, Senin (10/2). Karena dianggap R terlalu sering datang saat siang hari, Atmari yang ingin tidur siang merasa terganggu.

Dengan logika yang sakit, dia memberikan ‘hukuman’ kepada korban, dengan cara menyetubuhi siswi SD itu secara paksa. Korban ditarik ke dalam kamar, lalu disetubuhi, dengan janji akan diberikan uang. Tapi, uang tersebut tak pernah diberikan. Sejak itu, korban tak pernah lagi bermain ke rumah Atmari.

Peristiwa ini terjadi pada 2018 lalu. Saat itu, korban masih berusia 3 SD. Saat sudah dewasa, korban akhirnya berani menceritakan hal ini kepada orangtua korban. Tak terima dengan perlakuan Atmari, laporan pun dilayangkan kepada Unit PPA. Atmari dipanggil ke Polres Malang, dan tak pernah lagi bisa pulang ke rumahnya.

Atmari mengklaim melakukan perbuatan ini dua kali, pertama hanya mencabuli dengan cara menggerayangi tubuh korban. Baru pada perbuatan kedua, tersangka memasukkan alat kelaminnya ke dalam alat kelamin korban. Meski demikian, penyidik Polres Malang tidak bisa percaya begitu saja dengan keterangan pelaku.

Penyidikan lanjutan masih akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta sebenar-benarnya soal kasus ini. Kanit PPA PA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana mengatakan, perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 81 jo 76D dan atau pasal 82 jo 76E UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” tutur Yulistiana kepada Malang Post, di ruang penyidik PPA, Senin siang (10/2). (fin)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : fin
Uploader : rois
Penulis : fin
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU