Tekan Peredaran Rokok Ilegal Hingga 1 Persen, Sosialisasi Pita Cukai Digalakkan

  • 19-02-2020 / 15:04 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Tekan Peredaran Rokok Ilegal Hingga 1 Persen, Sosialisasi Pita Cukai Digalakkan Sosialisasi Indentifikasi Keaslian Pita Cukai dilaksanakan, Rabu (19/2) di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang

 

Malangpostonline.com - Target penurunan jumlah peredaran rokok illegal di Indonesia di Tahun 2020 ditekan hingga menjadi satu persen di seluruh Indonesia. Penekanan ini dimaksdukan agar kerugian negara hingga pendapatan masyrakat industri kecil menengah dapat berkembang. Hal ini juga dimaksimalkan dengan memberikan pehamanan tentang pita cukai.

Mengidentifikasi pita cukai yang sesuai aturan diyakini dapat mengurangi peredaran rokok illegal. Ini yang dilakukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, Rabu (19/2) dalam Sosialisasi Identifikasi Keaslian Pita Cukai.

Kepala KPPBC Malang, Latif Helmi menjelaskan warga pelaku usaha industri, pengusaha, kelompok masyrakat diajak mengenali lebih dalam tentang cara mengindentifikasi pita cukai.

“Ini penting karena mereka yang illegal tentu tidak akan menggunakan pita cukai. Atau ada yang pita cukai nya palsu sehingga lolos saat dijual kepada pedagang. Jika seperti ini pelaku industri kecil yang akan banyak merugi,” tegasnya.

Ia menjelaskan mengindentifikasi pita cukai memang perlu pembelajaran. Pasalnya pita cukai terbagi dalam berbagai jenis juga peruntukan. Meski begitu secara kasat mata dapat dilihat dan diketahui secara sederhana.

Latif menerangkan warna dasar pita cukai yang paling terlihat adalah kehijauan. Kemudian pada pita juga akan terlihat serat warna merah pada permukaan kertas pita cukai. Lalu jika dilihat melalui penerawangan cahaya maka akan terlihat tanda air (watermark) dengan teks “75 RI”.

“Untuk tahapan secara garis besar mengindentifikasi pita cukai pertama memang lihat barangnya ada apa tidak pita cukainya. Kemudian setelah itu cek asli apa tidak. Cek itu baru atau bekas, kalau terlihat asli. Lalu cek kodenya dan cek peruntukannya,” tegas Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Madura ini.

Menurut Latif peredaran rokok illegal di wilayah Malang Raya jauh dibawah standar angka rata-rata daerah lain. Malang memiliki tingkat peredaran rokok illegal sebesar 0,01 persen saja dan tiap tahun diakui dapat ditekan.

Edukasi dan pemahaman tentang peredaran rokok illegal dilakukan tidak hanya dengan sosialisasi identifikasi keaslian pita cukai saja.

“Kita juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersama memberi edukasi juga sosialisasi dan melakukan operasi bersama,” pungkasnya. (ica)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : rois
Penulis : ica
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU