Peredaran Rokok Ilegal Kerap Ditemukan di Kecamatan Gongdanglegi

  • 19-02-2020 / 15:07 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Peredaran Rokok Ilegal Kerap Ditemukan di Kecamatan Gongdanglegi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang Latif Helmi

Malangpostonline.com - Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang menjadi tempat beredarnya rokok illegal yang kerap ditemukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang. Maka dari itu kawasan ini mendapatkan pengawasan lebih.

Hal ini disampaikan Kepala KPPBC Malang Latif Helmi kepada Malang Post, Rabu (19/2) disela Sosialisasi Indentifikasi Keaslian Pita Cukai di Aula Kantor Bea Cukai Malang Jl Surabaya Klojen Kota Malang.

“Disana biasanya ditemukan produksi sendiri di rumah. Jadi seperti industri rumah tapi ada juga yang agak besar,” papar Latif.

Ia melanjutkan hal ini tentu sangat merugikan pelaku industri kecil yang bergerak di bidang yang sama. Pasalnya rokok murah illegal ini akan diterima masyrakat karena perbandingan harganya dengan yang resmi, alias sudah ber pita cukai.

Hal ini tetap marak dikarenakan warga tidak tahu tentang mana rokok legal dan yang tidak. Lebih disayangkan lagi, beberapa dari pelaku industri sudah mengetahui adanya aturan cukai hanya saja sengaja tidak diurus.

“Banyak kok yang tahu. Ya ini menjadi pekerjaan rumah kita. Kami Bea Cukai tidak bisa petatang petenteng bertindak sendiri. Tentu pemda setempat akan kami ajak bertindak,” jelas Latif.

Meskipun wilayah Malang, menurut survei bea cukai, berada di bawah standar angka peredaran rokok illegal secara nasional, tetap pihaknya tidak akan menganggap hal ini enteng. Inilah mengapa sosialisasi digalakkan terus.

Penekanan peredaran rokok illegal di wilayah Malang juga dilakukan untuk menaikan penerimaan pendapatan negara dari sektor penerimaan bea cukai. Tahun ini saja, Bea Cukai Malang ditarget Rp 21,6 Triliun untuk penerimaannya.

“Maka memang penting untuk memberikan kesadaran warga bahwa memproduksi rokok illegal akan merugikan negara. Kami akan sering melakukan soasialisasi dan mengajak tokoh-tokoh masyrakat di wilayah yang warganya masih resisten (acuh tak acuh,red),” pungkas Latif. (ica)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : rois
Penulis : ica
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU