Lawang, Singosari, Dau dan Dampit Jadi Wilayah Peredaran Terbesar

  • 27-02-2020 / 21:59 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Lawang, Singosari, Dau dan Dampit Jadi Wilayah Peredaran Terbesar BUDAK NARKOBA : Kapolres Malang AKBP Hendri Umar didampingi Kasatreskoba AKP Anton Widodo merilis hasil ungkap kasus narkotika. Selama bulan Februari berhasil mengungkap 19 kasus dengan 22 tersangka.

Malangpostonline.com – Peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Malang masih cukup marak. Karenanya selain kasus kejahatan jalanan (curas, curat dan curanmor), Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, juga menekankan untuk memberantas peredaran barang haram tersebut. Pernyataan ini ditegaskannya saat memimpin rilis hasil ungkap kasus narkoba, Kamis (27/2).

Menurutnya, narkoba adalah musuh bersama. Pemberantasan narkoba tidak serta merta hanya dilakukan oleh polisi. Tetapi peran serta masyarakat juga dibutuhkan untuk ikut memerangi peredaran narkoba.

“Kami ingin mewujudkan wilayah Kabupaten Malang bebas dari narkoba. Karena itu, saya tekankan bahwa peredaran narkoba harus diberantas secara tuntas,” ucap Hendri Umar didampingi Kasatreskoba Polres Malang AKP Anton Widodo.

Sejak pertengahan Februari hingga Rabu (26/2) lalu, dikatakan mantan Kasubbag Bungkol Spripim Polri ini, Satreskoba Polres Malang telah mengungkap 19 kasus narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 22 orang. Dari 22 tersangka tersebut, 12 orang merupakan pengedar, sedangkan sisanya 10 orang adalah pemakai.

Barang bukti yang diamankan dari 22 tersangka itu, polisi menyita sabu-sabu (SS) seberat 338,18 gram. Sedangkan daun ganja kering sebanyak 2,2 kilogram. “Khusus barang bukti ganja sebanyak itu, kami amankan dari dua orang saja,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini.

Perwira dengan pangkat dua melati ini, mengatakan bahwa dari 33 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang, 4 kecamatan diantaranya merupakan daerah terbesar peredaran narkoba. Yakni Kecamatan Lawang, Singosari, Dau serta Dampit. Karena itu, ruang gerak para budak narkotika nantinya akan dipersempit.

“Kami ingin generasi muda jangan sampai ada yang terpengaruh narkoba. Karena dampak serta risiko sangat besar,” tuturnya.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa narkoba yang masuk wilayah Kabupaten Malang, dipasok dari kota lain. Seperti Surabaya dan Madura. Termasuk juga ada yang dipasok dari Jakarta. Barang dikirim melalui ekspedisi. Namun pengirimannya dicampur dengan barang lain, untuk mengelabuhi polisi.

Akibat perbuatannya itu, 22 orang tersangka dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya adalah minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara.(agp)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU