Ngajum Jadi Lahan Asimilasi Lapas

  • 28-02-2020 / 13:47 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Ngajum Jadi Lahan Asimilasi Lapas PAPARAN : Kepala Pengamanan LP Lowokwaru, Wayan Nurasta saat memaparkan soal resolusi pemasyarakatan.

Malangpostonline.com - Penuh sesaknya Lapas Klas 1 Lowokwaru Malang sudah bukan menjadi rahasia lagi. Dari kapasitas sekitar 1800-an, jumlah penghuni Lapas Lowokwaru mencapai 3100-an tahanan. Ditjen Pemasyarakatan, telah memulai proses pembangunan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi warga binaan yang akan bebas.

Lokasi fasilitasnya, ada di Ngajum. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Pengamanan LP Lowokwaru, Wayan Nurasta. “Ngajum dipersiapkan sebagai lahan asimilasi dan edukasi. Nantinya, warga binaan yang sudah memenuhi syarat, akan ditempatkan di Ngajum,” ujar Wayan kepada Malang Post, Jumat (28/2).

Setelah sehari sebelumnya ada deklarasi resolusi pemasyarakatan yang dihelat serentak se-Indonesia, LP Lowokwaru Malang terus bergerak mempercepat pembangunan SAE. Menurut Wayan, ada warga binaan dengan keterampilan yang diberdayakan ke Ngajum untuk melaksanakan pembangunan.

Pejabat asal Bali itu menerangkan, syarat warga binaan yang menjalani asimilasi, sudah ditentukan oleh LP Lowokwaru sesuai aturan yang ditetapkan. “Pertama jelas berkelakuan baik, sudah menjalani lebih dari separuh masa tahanan, dan mereka yang akan ditempatkan di lahan asimilasi, bukan yang tersangkut kasus narkotika, terorisme dan atau tipikor,” tandas Wayan.

Targetnya, 1000 lebih warga binaan yang sudah menjalani separuh masa hukuman dan berkelakuan baik, bakal dikirim ke Ngajum setelah fasilitas ini terbangun. Screening warga binaan penghuni lahan asimilasi cukup ketat. Mengingat, fasilitas tersebut tak hanya lahan asimilasi, tapi juga ditarget sebagai tempat wisata.

Sehingga, masyarakat umum bisa datang ke sana. Harapannya, masyarakat bisa menerima keberadaan warga binaan sebagai bagian dari lahan asimilasi sekaligus tempat wisata, supaya stigma buruk terhadap warga binaan bisa dikikis dari waktu ke waktu.

“Tempat ini bakal menjadi ruang bagi warga binaan mengaktualisasi bakat, minat dan kemampuan profesi. Sehingga, setelah mereka menyelesaikan masa hukuman, mereka bisa cepat diterima oleh masyarakat. Itu tujuan ideal dari lahan asimilasi dan edukasi tersebut,” tegas pria yang pernah bertugas di Majene Sulawesi itu. (fin)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : fin
Uploader : rois
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU