Kronologi Suami Bunuh Istri, Tewas Setelah Dipukul Kayu dan Dicekik

  • 05-04-2020 / 05:13 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Kronologi Suami Bunuh Istri, Tewas Setelah Dipukul Kayu dan Dicekik DENDAM : Tumpukan emosi dan kemarahan terlihat dari raut wajah Agus Widodo, pelaku pembunuhan terhadap istrinya Suliani.

Malangpostonline.com - Hari Kamis (2/4), sekitar pukul 19.30 WIB, adalah hari yang tak akan terlupakan bagi Agus Widodo, 46, dan Suliani, 44. Keduanya menjadi figur utama kisah pembunuhan keji dan ironis. Agus menjadi pelaku pembunuhan, sementara Suliani di detik-detik jelang kematiannya, merasakan sendiri momen maut mencabut nyawanya.

Sekitar pukul 19.30 WIB, setelah Agus dan Suliani bertengkar hebat dan kata-kata kotor keluar dari mulut Suliani, mereka berboncengan motor menuju Kecamatan Wajak dengan alasan mencari orang pintar. “Karena mereka ingin menjual tanah dan berencana mencari petunjuk dari orang pintar,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar kepada wartawan, Sabtu (4/4).

Sepanjang perjalanan korban mengoceh dan masih marah-marah kepada Agus. Suliani tak sadar suami yang sedang memboncengnya sudah emosi tingkat tinggi dan kemarahannya telah mencapai ubun-ubun. Apalagi paksaan untuk menjual tanah dilakukan oleh Suliani dengan dalih ingin dibagikan kepada anaknya.

Sewaktu melintasi kawasan Desa Jambangan, Agus melihat sebuah kawasan sepi dan gelap. Kemarahan yang sudah tidak tertahan, seketika berubah menjadi niatan untuk menyakiti korban. Dia menghentikan kendaraan dengan alasan buang air kecil. Kemudian saat melihat ada potongan kayu langsung diambilnya.

“Pelaku mengambil sebuah kayu sengon, dan dipukulkan ke  wajah sebelah korban hingga terjatuh. Kemudian kembali memukul mengenai telinga bagian kanan. Korban yang ambruk sempat memberikan perlawanan kepada pelaku,” tandas mantan Sekpri Kapolri tersebut.

Bukti perlawanan dari korban, terlihat dari bekas cakaran di leher dan wajah pelaku. Saat korban terlentang karena ambruk akibat dipukul kayu, pelaku menaiki tubuh korban dan mencekiknya. Korban sempat meronta sebentar dan langsung lemas serta berhenti bergerak. Suliani pun tewas.

Setelah meninggal, tubuh korban diseret ke tengah kebun tebu di bawah pohon pisang dan ditutupi dengan jaket. Pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi.

Kapolres Malang menyebut, ada beberapa barang bukti yang diamankan dari pelaku. Misalnya jaket yang dipakai menutupi tubuh korban, balok kayu, serta sepeda motor yang dipakai menuju lokasi eksekusi.

“Sesuai hasil otopsi, korban meninggal karena kehabisan napas serta ditemukan luka dalam di bagian dada. Diduga kuat, korban sempat diinjak juga oleh pelaku. Luka lainnya adalah di wajah, telinga dan paha. Luka di telinga ini yang membuat korban ambruk,” tutur Hendri.(fin/agp)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU