Satu Orang Meninggal Dunia, Kecelakaan Kerja PDAM Kota Malang Diselidiki Polres Malang

  • 05-04-2020 / 05:29 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Satu Orang Meninggal Dunia, Kecelakaan Kerja PDAM Kota Malang Diselidiki Polres Malang TEWAS : Warga memadati lokasi kejadian tewasnya pekerja proyek pengelasan pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

Malangpostonline.com - Proyek pengelasan pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, menelan korban jiwa, Jumat (3/4). Seorang pekerja tewas setelah mengalami kecelakaan kerja. Sedangkan satu lagi terkulai lemas, saat berusaha menyelamatkan korban yang tertimpa longsoran tanah ketika sedang mengelas pipa.

Korban bernama Trijati Mulyono, 40, warga Krawan, Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Pasuruan. Dari keterangan yang dihimpun, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan kejadian berawal dari proses pengerjaan pipa di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang.

“Saat sedang mengelas pipa, pekerja dari proyek PDAM Kota Malang di Tumpang itu, berada di posisi dua meter di bawah tanah. Karena lokasi pengerjaan pipa memang berada di bawah tanah. Ketika sedang bekerja tanahnya longsor. Dua orang pekerja terjebak,” ujar Hendri kepada wartawan di Mapolres Malang, Sabtu siang (4/4).

Trijati, terkubur dalam tanah bersama temannya asal Grati Pasuruan, Nuralim, 42. Dua rekan korban yaitu M Nurul Hakim, 29, warga Jabung dan Lolok Wantoro, 42, warga Tirtoyudo berupaya menolong rekannya yang tertimbun longsor. Sayangnya hanya Nuralim saja yang bisa keluar dengan selamat dari timbunan.

Sedangkan, Trijati meregang nyawa karena kehabisan napas. Lolok mengalami luka dan lemas setelah berupaya menolong kedua korban. Jenazah korban dibawa ke KM RSSA Malang. Sementara, Lolok yang terluka dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kapolres Malang menegaskan, penyidik Reskrim saat ini sedang melakukan penyelidikan atas kejadian ini. “Kami tangani peristiwa ini dan akan diselidiki apakah ada unsur kecelakaan kerja atau ada kelalaian,” jelas Hendri.

Dia menegaskan bakal melakukan pengecekan terhadap standar pengerjaan proyek di lokasi. Termasuk akan memanggil saksi ahli bangunan dan kontraktor untuk mengetahui bagaimana seharusnya proyek pengerjaan seperti ini dikerjakan. Terutama protokol keselamatan kerja untuk para penggarap proyek di lapangan. Hendri menyebut korban adalah pekerja dari kontraktor PT WIKA.

“Perkembangan akan kami kabari, karena penyelidikan masih awal harus banyak panggil saksi ahli. Sementara ada empat saksi yang sudah diperiksa. Yaitu tiga teman korban meninggal serta satu mandor,” urai Hendri.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto mendorong Polres Malang untuk menyelidiki tuntas kasus ini. “Kami mendukung Polres Malang untuk menyelidiki tuntas kasus ini. Karena proyek yang melibatkan PDAM Kota Malang, izin rekomendasi pengerjaan dari Dinas Bina Marga Kabupaten Malang. Selain itu kejadiannya berada di wilayah hukum Polres Malang,” tambah Didik. (fin/agp)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU