Lapas Wanita Sukun Bebaskan 72 Napi, Melalui Asimilasi

  • 06-04-2020 / 22:18 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Lapas Wanita Sukun Bebaskan 72 Napi, Melalui Asimilasi WARGA BINAAN : Para narapidana yang menjadi warga binaan di Lapas Wanita Sukun Kota Malang.

Malangpostonline.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Sukun membebaskan puluhan narapidana (Napi), pada Senin (6/4) kemarin. Total ada 72 narapidana yang akhirnya bisa menghirup udara bebas. Mereka yang akhirnya bebas, sebelumnya terjerat beberapa kasus seperti narkotika dan pidana lainnya.

Kepala Lapas Wanita Sukun Ika Yusanti mengatakan, pembebasan Napi tersebut berdasar keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, nomor M.HH.19.PK.01.04.04 tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi. Keputusan tersebut sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan virus Corona atau Covid-19.

“Mereka sebetulnya belum bebas sepenuhnya. Namun karena telah mendapat asimilasi serta sesuai syarat akhirnya dibebaskan,” terang Ika.

Kendati sudah dibebaskan, namun mereka tidak bisa leluasa pergi. Karena tetap ada pembinaan serta pengawasan terhadap mereka. Termasuk juga masih harus melaporkan administrasinya secara rutin ke baladesa pemasyarakatan Malang.

"Sebenarnya bukan pembebasan. Melainkan tahapan pembinaan para narapidana. Karena pembinaan ada dua cara, yatitu pembinaan di luar ataupun di dalam. Mereka yang bebas setelah mendapat asimilas, akan diawasi oleh petugas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ika mengatakan bahwa penerapan pembebasan napi merupakan hal yang tidak biasa. Ketika dalam keadaan force majeure, bencana non alam dan darurat bisa diberlakukan. Salah satu tujuannya adalah untuk memutus penyebaran virus Corona. Selain itu juga untuk mengantisipasi over kapasitas.

“Kapasitas LP Wanita Sukun ini sebenarnya hanya memiliki kapasitas 164 Napi. Namun yang terjadi sekarang total ada 630 Napi. Ketika dikurangi 72 Napi, maka sekarang yang tersisa tinggal 588 Napi,”jelasnya.

“72 Napi yang dibebaskan tersebut, harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Yakni 2/3 masa pidananya yang dijatuhkan sebelum 31 Desember 2020.” Ucap Ika.(mg4/agp)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU