Hebohkan Media Sosial, Bos Big Blue Taxi Sebut Indonesia Miskin

  • 29-08-2019 / 15:21 WIB
  • Kategori:Internasional
Hebohkan Media Sosial, Bos Big Blue Taxi Sebut Indonesia Miskin

MALANGPOSTONLINE.COM - Pendiri Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail, menghebohkan media sosial karena kritiknya terhadap Gojek yang telah diberikan lampu hijau untuk mengaspal di Malaysia. Bahkan komentarnya tersebut menyinggung masalah kemiskinan di Indonesia.

Pernyataan tersebut pun menjadi viral di media sosial dan dikecam oleh netizen Indonesia. Akibat derasnya kecaman tersebut, ia akhirnya meminta maaf.

Berikut adalah serba-serbi perusahaan Big Blue Taxi yang bosnya sebut Indonesia miskin.

1. Anak Perusahaan Big Blue Capital

Big Blue Taxi merupakan anak perusahaan dari Big Blue Capital yang didirikan oleh Shamsubahrin Ismail. Anak perusahaan Big Blue Capital lainnya adalah Big Blue Food Capital dan Big Blue App.

Selain ketiga layanan di atas, Big Blue Capital juga memiliki layanan e-wallet atau dompet digital yang disebut Blue Pay.

2. Berbasis di Kuala Lumpur

Layanan Big Blue Taxi berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Untuk memudahkan penggunanya memesan taksi, mereka juga memiliki aplikasi ride hailing yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store.

3. Diserang Netizen di Google Maps

Pernyataan yang dibuat oleh Shamsubahrin Ismail juga membuat perusahaannya diserang oleh netizen. Salah satunya dapat dilihat dari ulasan dan rating yang ditinggalkan oleh netizen di beberapa kantor Big Blue Taxi di Kuala Lumpur yang ada di Google Maps.

Bahkan salah satu kantor yang berada di area Kuala Lumpur City Centre memiliki rating bintang satu dan namanya diganti menjadi 'Big Blue Taxi Services Botol kecap abc'.

Tidak hanya kantor Big Blue Taxi saja yang dihujani ulasan jelek di Google Maps, tapi juga kantor 'saudaranya' Big Blue Food yang merupakan bisnis daging segar.

4. Sebut Indonesia Miskin

Pernyataan pendiri Big Blue Taxi Shamsubahrin Ismail yang menngkritik Gojek dan menyebut Indonesia miskin sebenarnya telah dibuat beberapa hari yang lalu. Tapi baru belakangan pernyataan tersebut viral.

"Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda (Malaysia) bukan miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek," ujarnya.

"Di Indonesia, wanita dapat memeluk driver begitu saja tapi bagaimana dengan Malaysia? Apakah kita ingin melihat wanita kita memeluk driver di sana-sini?" tambahnya.

Pernyaataan tersebut membuat Shamsubahrin dikecam oleh netizen Indonesia dan juga para driver Go-Jek. Banyak yang menyebut komentar Shamsubahrin sudah kelewatan.

"Gojek baru ancar2 & sdng memprsiapkn sgla sesuatunya utk perluasan bisnisnya ke Malaysia atas restu Pemerintah, eh sdh ada yg mrh, takut rejekinya keambil Gojek," sebut seorang netizen.

5. Kritik Menteri Malaysia

Tidak hanya Go-Jek, Shamsubahrin juga mengkritik Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Abdul Rahman yang getol mengampanyekan kehadiran Go-Jek di Malaysia.

"Dia adalah menteri yang berpendidikan tapi sementara kementerian lain membicarakan soal mobil terbang dan mobil nasional, dia meminta anak muda menjadi tenaga pengiriman. Gojek sebagai karir tak menjanjikan masa depan, anak muda kita pantas mendapat lebih baik," sebut Shamsubahrin.

6. Minta Maaf

Buntut dari pernyataannya tentang Gojek dan Indonesia yang menimbulkan kontroversi, Shamsubahrin akhirnya meminta maaf. Ia mengaku menyebut Indonesia miskin setelah membaca berita soal kondisi ekonomi Indonesia.

"Saya mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia miskin karena laporan dari Indonesia," ucap Shamsubahrin.

"Saya minta maaf untuk kesalahan di pernyataan saya, melabeli Indonesia miskin, berdasarkan laporan yang saya terima," imbuhnya. (vmp/krs/dtk/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : DTK
Fotografer : DTK

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU