Hong Kong Peringatkan Ancaman Resesi Ekonomi dari Demo

  • 17-11-2019 / 22:42 WIB
  • Kategori:Internasional
Hong Kong Peringatkan Ancaman Resesi Ekonomi dari Demo

Malangpostonline.com - Pemerintah Hong Kong memperingatkan ancaman resesi ekonomi dari demonstrasi. Demo ricuh Hong Kong disebut telah berdampak terhadap berkurangnya kegiatan ekonomi di pusat keuangan Asia tersebut.

Pemerintah Hong Kong memproyeksi pertumbuhan ekonomi negaranya terkontraksi atau negatif 1,3 persen pada akhir tahun nanti. Ini merupakan resesi ekonomi pertama Hong Kong sejak krisis keuangan global melanda satu dekade lalu.

Andrew Au, Ekonom Pemerintahan Hong Kong, menerangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Hong Kong dipangkas karena protes pro-demokrasi, perlambatan ekonomi dunia, termasuk perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

"Mengakhiri kekerasan dan memulihkan ketenangan sangat penting bagi pemulihan ekonomi," ujarnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Minggu (17/11).

Sebelum protes dan demo meluas enam bulan lalu, Pemerintah Hong Kong memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 2-3 persen. Namun, per Agustus, pemerintah mulai menurunkan proyeksinya menjadi 0-1 persen.

Sayangnya, laju ekonomi bergerak lebih dramatis dari yang diperkirakan, sehingga mendorong Hong Kong dalam resesi pada kuartal ketiga 2019. Resesi ekonomi ialah pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Apabila krisis politik dan demo Hong Kong tidak berakhir, ekonom memperkirakan ekonomi negaranya bisa lebih buruk dari yang dikhawatirkan. Demo Hong Kong sendiri telah memukul industri perbelanjaan dan pariwisata.

Fesyen sekaliber Salvatore Ferragamo, Burberry, dan maskapai penerbangan Cathay Pacific mengaku krisis politik dan demo Hong Kong telah berdampak pada penjualan mereka.

Kendati prospek ekonominya suram, pasar keuangan Hong Kong mendapatkan kepercayaan besar dari raksasa teknologi Alibaba. Perusahaan e-commerce China tersebut berencana melakukan aksi korporasi penjualan saham untuk mencari dana segar US$13 miliar. (bir/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU