Dikenal Dapat Mengancam Nyawa, Racun Kalajengking Berpotensi Jadi Antibiotik Alami

  • 21-11-2019 / 16:05 WIB
  • Kategori:Internasional
Dikenal Dapat Mengancam Nyawa, Racun Kalajengking Berpotensi Jadi Antibiotik Alami

Malangpostonline.com - Sengatan kalajengking dikenal dapat mengancam nyawa. Namun, siapa sangka jika racun kalajengking berpotensi menjadi antibiotik alami yang dapat mengatasi beberapa kondisi kesehatan.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan dua senyawa dalam racun dapat mengatasi infeksi Staph yang umum terjadi usai operasi dan resistensi obat tuberkulosis.

Dilansir dari CNN para peneliti di National Autonomous University of Mexico memerah racun dari spesies Diplocentrus melici asal Meksiko.

Peneliti memisahkan komponen-komponen penyusun racun kalajengking dan menguji beberapa bakteri seperti Staphylococcus aereus, Escherichia coli, dan Mycrobacterium tubercolosis. Dua dari ketiga komponen tersebut ditemukan dapat membunuh mikroorganisme penyebab infeksi Staph dan tuberkulosis.

Kedua senyawa ini juga telah melewati proses pengujian pada tikus yang terinfeksi TBC dan sampel jaringan manusia yang terserang bakteri penyebab infeksi Staph.

Satu senyawa di antaranya lebih efektif membunuh bakteri penyebab infeksi Staph. Sementara satu lainnya bekerja lebih baik untuk mengatasi tuberkulosis, termasuk di antaranya yang resisten obat tanpa merusak lapisan paru-paru tikus.

Ahli biofisika Baylor College of Medicine, Christine Beeton, yang tidak terlibat dalam studi, mengapresiasi hasil penelitian tersebut. Beeton juga mengingatkan masih dibutuhkannya penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.

"Tapi senyawa tersebut masih perlu diuji pada hewan yang lebih besar selain tikus," ujar Beeton.

Sebelumnya, sejumlah penelitian telah menemukan manfaat racun kalajengking untuk kesehatan manusia. Peptida yang ditemukan dalam racun diketahui dapat bersifat sebagai obat.

Mengutip situs Pharmaceutical, penelitian yang dipublikasikan dalam Chemical Communications ini menemukan, peptida yang berasal dari chlorotoxin dalam racun kalajengking asal Israel dapat melindungi otak dari zat-zat beracun.(asr/asr/cnn/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU