Karyawan Bongkar Kelalaian Boeing Sebabkan Kecelakaan 737 Max

  • 12-01-2020 / 11:41 WIB
  • Kategori:Internasional
Karyawan Bongkar Kelalaian Boeing Sebabkan Kecelakaan 737 Max Surel dan pesan teks karyawan mengungkap kelalaian Boeing yang berakibat kecelakaan 737 Max (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)

Malangpostonline.com - Anggota parlemen di Capitol Hill, Amerika Serikat (AS) mengecam Boeing, Jumat (10/1). Kecaman ini dikeluarkan setelah mereka menemukan sejumlah surel (surat elektronik/email) dan pesan teks dari para karyawan.

Surel dan pesan teks itu berisi pertanyaan para karyawan yang meragukan keselamatan dari 737 Max. Mereka menyebut pesawat model baru itu sebagai lelucon dan membicarakan bagaimana mereka menutupi masalah ini dari para regulator.

Pesan ini dirilis hampir setahun setelah kecelakaan Max yang menewaskan ratusan orang terjadi. Dua kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia telah menjerumuskan produsen pesawat kebanggaan AS ke dalam krisis terbesar sepanjang sejarah manufaktur pesawat itu.

Karyawan juga menulis kalau pelatihan pilot yang diusulkan tidak berguna. Mereka juga saling membual soal bagaimana mereka berhasil mengelabui sejumlah regulator.

Beberapa diskus dalam pesan-pesan itu membahas soal masalah pada simulator penerbangan perusahaan. Simulator ini digunakan untuk mengembangkan pesawat baru dan melatih pilot menggunakan pesawat yang baru.

"Apakah Anda akan menempatkan pesawat seri Max ke simulator penerbangan?" tanya salah seorang pegawai. "Tidak perlu," balas seorang pegawai. "Tidak," jawab pegawai lain.

Dokumen-dokumen ini diumumkan Boeing kepada publik, Kamis (9/1) atas desakan Kongres. Sebab, Kongres curiga Boeing melalaikan faktor keselamatan pesawat naas itu. Mereka menganggap Boeing membuat terburu-buru membuat Max dan hanya mengedepankan penghematan biaya. Kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia ini menewaskan 346 penumpang dan awak kapal.

Para penyidik percaya kecelakaan itu disebabkan oleh sistem kendali terbang (flight-control-system) anyar pesawat itu. Gangguan fungsi ini membuat hidung pesawat tak sengaja menukik tajam.

Saat ini, Boeing masih berusaha memperbaiki software tersebut dan kembali mendapatkan izin agar kapal-kapal mereka bisa kembali mengudara. Namun, masih belum jelas kapan hal ini bisa terwujud. Sebelumnya, Boeing menjanjikan 737 Max bisa kembali mengudara pertengahan tahun ini.

Bulan lalu, Boeing memecat CEO mereka dan mengumumkan penundaan produksi Max. Pihak Kejaksaan Federal saat ini tengah melakukan investigasi kriminal.

Setelah pesan-pesan ini diungkap, Dewan Komite Transportasi menuduh Boeing telah melakukan penipuan. Mereka akan meminta lembaga legislatif untuk melepaskan seluruh atau sebagian wewenang untuk andil dalam persetujuan keamanan pesawat buatan pemanufaktur itu.

"(Jika Boeing mengungkap kebenaran lebih cepat) kita mungkin bisa menyelamatkan hidup 346 orang itu," jelas Rick Larsen, D-Wash, seperti dikutip AP. Sementara representatif lain, Peter DeFazio menyalahkan tekanan dari atasan Boeing yang meminta untuk "menghemat uang dan membuatnya lebih mudah dipasarkan."

Salah satu dari total 117 pesan internal itu berisi penyesalan seorang karyawan pada Mei 2018. "Saya masih belum dimaafkan oleh Tuhan untuk mengungkap apa yang saya lakukan tahun lalu."

Namun, tidak jelas pengungkapan apa yang dimaksud. Dokumen in penuh dengan redaksi dan jargon Boeing. Nama-nama karyawan yang terlibat dalam percakapan ini dihapus.

"Ini adalah candaan," jelas salah satu pegawai pada September 2016. Hal itu diutarakan enam bulan sebelum kapal mendapat sertifikasi dari Federal Administrasi Penerbangan (FAA) AS. "Pesawat ini sangat tak masuk akal."

"Saya akan terkejut jika FAA meloloskan sampah ini," tulis pegawai pada 2018. Hal itu merujuk pada permintaan pelatihan simulator yang diajukan salah satu maskapai penerbangan.

Para karyawan juga mengeluhkan soal manajemen senior Boeing. "Pesawat ini dirancang oleh para badut yang diawasi oleh para monyet."

Melansir CNN Indonesia, menanggapi hal ini, Boeing percaya simulator pesawat mereka bekerja dengan baik. Namun mereka menyebut tengah mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi indisipliner kepada sejumlah karyawan. "Komunikasi ini tidak mencerminkan perusahaan, dan ini sangat tak bisa diterima."

Pada pesan yang dikirim tahun 2015, Kepala Teknikal Pilot menyebut Boeing akan berusaha menghalau aturan yang mengharuskan pilot melalui pelatihan simulator sebelum menerbangkan Max. Sebab, menurut Boeing para pilot sudah bisa menerbangkan pesawat hanya dengan pelatihan berbasis komputer. Sehingga hal ini menghemat biaya maskapai dan menjadi nilai jual terbesar Boeing. Awalnya, Boeing bahkan tidak memberitahukan maskapai dan pilot kalau pesawat baru ini punya software kendali terbang baru, MCAS. (eks/cnn/bua)

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU