Fakta 2 Astronaut Perempuan Terlama di Ruang Angkasa

  • 18-02-2020 / 20:00 WIB
  • Kategori:Internasional
Fakta 2 Astronaut Perempuan Terlama di Ruang Angkasa Christina Koch (kanan) menjadi salah satu dari wanita terlama yang ada di luar angkasa. (NASA via AP)

Malangpostonline.com - Christina Koch, astronaut perempuan NASA berkewarganegaraan Amerika Serikat berhasil memecahkan rekor telah tinggal hampir 11 bulan berturut-turut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Ia berhasil mengalahkan rekor astronaut perempuan senior yakni Peggy Whitson yang sebelumnya mengudara di antariksa selama 289 hari untuk satu misi.

Meski demikian sebenarnya jika diakumulasi, Whitson tetap menjadi wanita terlama di luar angkasa. Sebab, secara total Whitson telah menghabiskan 665 hari yang terbagi dalam tiga misi yang ia lakukan ke luar angkasa.

Dilansir dari CNN Indonesia, berikut fakta terkait Peggy Whitson dan Christina Koch, astronaut perempuan yang berhasil tinggal lama di ISS:

 

Peggy Annette Whitson

1. Perempuan pertama yang pimpin stasiun luar angkasa (ISS)

Perempuan yang lahir di Kota Lowa, AS pada 9 Februari 1960 ini menjadi wanita pertama yang menjadi pemimpin tertinggi di Stasiun Luar Angkas Internasional (ISS).

Sebagai komandan ISS perempuan pertama, Whitson melakukan pengawasan dan pengarahan kegiatan di stasiun luar angkasa itu. Pada misi Ekspidisi ISS ke-16 pada 2007, NASA menunjuk Whitson sebagai komandan ekspedisi sekaligus tercatat komandan wanita pertama ISS.

Sebagai seorang komandan, ia bertugas untuk mengawasi dan mengarahkan pemasangan komponen yang dibuat oleh Badan Antariksa Eropa, Jepang, dan Kanada.

Dilansir dari Britannica, Whitson memulai pelatihan astronautnya pada Agustus 1996. Pelatihan berlangsung selama dua tahun dan Whitson terbang ke luar angkasa untuk pertama kali pada 5 Juni 2002.

 

2. Ahli biokomia

Sebelum berkiprah menjadi astronaut, Whitson berprofesi sebagai ahli biokimia. Tahun 1981, Whitson menerima gelar B.S di bidang biologi dan kimia dari Lowa Wesleyan College dan gelar doktor biokimia dari Rice University pada 1985.

Setahun kemudian, ia bekerja di Badan Antariksa Amerika (NASA) sebagai periset dan menjadi bagian dari Grup Riset Biokimia di KRUG International.

 

3. Petugas sains ISS pertama

Dalam misi pertama di ISS pada 2002, perempuan berusia 60 tahun ini mengadakan berbagai percobaan. Ia bergabung pada misi Ekspedisi 5 ke ISS menaiki pesawat ulang-alik Endeavour STS-111.

Sesampainya di ISS, ia dan astronaut lainnya melakukan 20 eksperimen dan sains kehidupan manusia pada gravitasi mikro.

Ia juga mengoperasikan dan memasang muatan komersial dan sistem perangkat keras. Ia juga sempat melakukan perjalanan luar angkasa (space walk). Setelah mengudara di luar angkasa hampir 185 hari, ia kembali kembali ke Bumi pada 7 Desember 2002.

 

4. Pernah mengangkasa dengan astronaut Malaysia

Untuk kedua kalinya, Whitson kembali ke antariksa pada 10 Oktober 2007 menggunakan Soyuz TMA-11 bersama dua astronaut lainnya yakni Yury Malenchenko dari Rusia dan Sheikh Muszaphar Shukor warga negara Malaysia.

Setelah menghabiskan hampir 192 hari di ISS, Whitson kembali ke Bumi menggunakan Soyuz TMA-11 pada 19 April 2008.

Saat hendak pulang ke Bumi, Whitson dan dua astronaut lain mengalami sedikit kesulitan karena modul Soyuz gagal terpisah dengan benar. Sehingga ketiganya mesti melakukan pendaratan yang sangat keras dan meleset dari target sejauh 470 kilometer.

 

5. Empat kali space walk

Total, ia telah melakukan empat kali space walk setelah luar angkasa keempat pada 17 November 2016, bersama kosmonot Rusia Oleg Novitsky dan astronaut asal Prancis yakni Thomas Pesquet.

Ia kembali ke luar angkasa menggunakan Soyuz MS-03. NASA kembali menunjuk Whitson sebagai komandan Ekspedisi ISS ke-51.

Whitson kembali ke Bumi pada 3 September 2017 menggunakan Soyuz MS-04 usai menghabiskan waktu di ISS selama 289 hari. Ia pulang ke Bumi bersama kosmonot Rusia Fyodor Yurchikhin dan astronaut AS Jack Fischer.

 

6. Wanita terlama di luar angkasa

Secara akumulatif, Whitson menjadi wanita dengan total waktu terlama di luar angkasa. Dengan empat kali perjalanan luar angkasa, secara keseluruhan Whitson sudah menghabiskan 289 hari di luar angkasa. Hal ini membuat Whitson masih memegang rekor penerbangan luar angkasa terlama oleh seorang wanita seperti dilansir NASA.

 

7. Wanita tertua yang terbang ke luar angkasa

Saat melakukan perjalanan terakhir ke ISS, Whitson menginjak usia 57 tahun dan ia dinobatkan sebagai wanita tertua yang pergi ke luar angkasa.

 

Christina Koch

1. Ahli kosmologi dan astrofisika

Dikutip laman resmi NASA, sebelum resmi menjadi astronaut, ia sempat bekerja di Laboratorium Pusat Penerbangan Luar Angkasa NASA Goddard, yang mana ia ditugaskan untuk mempelajari ilmu kosmologi dan astrofisika.

Lalu mulai tahun 2004-2007, Koch menjadi periset di Program Antartika Amerika Serikat yang mengharuskannya tinggal selama setahun di Stasiun Kutub Selatan Admunsen-Scott dan Stasiun Palmer.

Christina Koch, lahir di Michigan AS pada 29 Januari 1979. Koch lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Matematika di Durham, Carolina Utara tahun 1997. Lalu ia mendapat gelar Strata 1 dari North Carolina State University jurusan Teknik Listrik (2001) dan Master Keilmuan pada jurusan yang sama tahun 2002.

 

2. Rekor permpuan terlama di luar angkasa dalam 1 misi

Koch mendarat pada 09:12 GMT di padang rumput Kazakhstan setelah 328 hari di ruang angkasa bersama dengan Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Alexander Skvortsov dari Badan Antariksa Rusia (Roscosmos).

Ia meluncur ke ISS pada 14 Maret 2019 setelah terpilih sebagai salah satu dari delapan anggota kelas astronaut NASA ke-21 pada 2013.

Selama pelatihan, ia diberikan edukasi terkait teknis, spacewalk, robotika, dan pelatihan fisiologis selama tinggal di ISS.

 

3. Lama di luar angkasa, Koch jalani tes medis

Koch berhasil menghabiskan total 42 jam dan 15 menit di luar stasiun. Setelah berhasil mendarat, Koch akan menuju ke kantor pusat NASA di Houston, melalui kota Kazakh Karaganda. Setelah itu, dia juga akan menjalani tes medis di Cologne, Jerman.

 

Data medis Koch dinilai akan sangat berharga bagi para ilmuwan NASA karena badan tersebut sedang menyusun rencana untuk misi berawak jangka panjang ke Mars. Secara keseluruhan, Koch sudah menjadi bagian dari tiga ekspedisi, Ekspedisi 59, 60, dan 61. (din/eks/cnn/bua)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU