Perang Suriah Makin Mengerikan, PBB Minta Gencatan Senjata

  • 28-02-2020 / 13:34 WIB
  • Kategori:Internasional
Perang Suriah Makin Mengerikan, PBB Minta Gencatan Senjata Tentara Suriah memasang tanda kemenangan di lingkungan Rashideen, di provinsi Aleppo, Suriah. (SANA via AP)

Malangpostonline.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan gencatan senjata segera dilakukan di provinsi Idlib Barat Laut Suriah. Saat ini di wilayah itu konfrontasi kerap terjadi antara rezim Suriah Bashar al-Assad, didukung pasukan Rusia dengan massa anti Assad yang di back-up Turki.

"Sekretaris Jenderal PBB (Antonio Guterres) menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata segera dan mengungkapkan kekhawatiran khusus tentang risiko bagi warga sipil dari meningkatnya tindakan militer," kata Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, dikutip dari AFP, Kamis (27/2/2020) waktu setempat.

"Tanpa tindakan segera, risiko eskalasi yang lebih besar tumbuh setiap jam." Ucapnya, dikutip dari CNBC Indonesia.

Dujarric juga mengatakan jika Guterres mengikuti situasi dengan keprihatinan serius. "Sekretaris Jenderal menegaskan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik Suriah," katanya, menambahkan proses gencatan senjata akan difasilitasi PBB.

Pernyataan itu muncul setelah Suriah dan Rusia membombardir tiga kota di Idlib pada awal pekan ini. Serangan udara yang diklaim untuk memukul pemberontak ternyata menwaskan 21 warga sipil.

Pasalnya serangan itu, dari data PBB juga menhancurkan 10 sekolah dan satu rumah sakit. Alhasil tenaga medis dan anak-anak pun jadi korban.

Serangan tersebut juga membuat banyak tentara Turki terbunuh. Setidaknya ada 33 tentara negeri yang dipimpin Erdogan tewas.

Karena serangan ini, Kamis, Turki juga melancarkan serangan balasan yang menargetkan markas militer Suriah. Bukan hanya itu, kantor berita Rusia juga mengabarkan bahwa rudal Turki sempat mencoba menggempur jet militer negeri itu.

Kekerasan di Suriah terjadi sejak 2011. Perang yang terjadi di Suriah merupakan situasi yang sangat rumit, tidak sesederhana satu sisi melawan sisi yang lain.

Ada tiga pemeran utama dalam konflik Suriah, yakni Tentara Suriah rezim Assad, rezim anti Assad dan (IS). Namun di sini ada pemain pendukung yang tak kalah penting, yakni seperti Iran, Rusia serta Turki termasuk Amerika Serikat (AS).

Tapi diantara semuanya, negara Rusia dan Turki yang terjerumus paling dalam di perang sipil ini. Rusia mendukung Assad. Sedangkan Turki berada di belakang massa kontra Assad, terutama di daerah Idlib.

Dari data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), banyak warga menjadi korban. Bukan hanya tewas, 900.000 orang juga harus mengungsi akibat perang konflik yang terjadi sejak 2011 itu. (sef/sef/cnbc/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNBC
Fotografer : CNBC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU