Berbondong Menikah Usai Pencabutan Lockdown di Wuhan

  • 10-04-2020 / 17:13 WIB
  • Kategori:Internasional
Berbondong Menikah Usai Pencabutan Lockdown di Wuhan Ilustrasi penduduk Kota Wuhan, China, usai pencabutan lockdown. (AFP/HECTOR RETAMAL)

Malangpostonline.com - Masyarakat Kota Wuhan, China kini kembali bebas keluar rumah setelah pemerintah mencabut penguncian wilayah (lockdown) akibat virus corona (Covid-19).

Bagi banyak pasangan kekasih di Wuhan, pencabutan lockdown membuat mereka bergegas melangsungkan rencana pernikahan yang tertunda. Apalagi setelah mereka dikurung di rumah selama lebih dari 2 bulan itu.

Kendati demikian, proses pernikahan di Wuhan saat ini masih menghadapi sejumlah pantangan.

Seorang karyawan dari Kantor Pendaftaran Perkawinan Distrik Wuhan mengatakan bahwa pengantin baru tidak boleh melakukan ritual tradisional, seperti acara mengambil sumpah, untuk menghindari penularan.

Meski begitu, hal itu tidak menjadi masalah bagi Xu Lin, seorang warga Wuhan yang menikah pada hari Rabu (8/4) kemarin, pasca lockdown.

"Tidak masalah, karena hari ini adalah hari istimewa, awal baru bagi saya dan bagi Wuhan," kata Xu sebagai mana dilansir dari Global Times, Kamis (9/4).

Akan tetapi, terdapat juga beberapa diantara masyarakat yang terkurung di Wuhan berusaha untuk meninggalkan kota tersebut.

Dikutip dari CNN Indonesia, Cao Lin, seorang warga Guizhou yang terjebak di Wuhan sejak Januari, membulatkan tekadnya untuk menjauhkan diri dari kota tersebut selamanya.

"Selama 80 hari terakhir, saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan pernah kembali ke Wuhan lagi," kata Cao.

Cao mengatakan dirinya tak kuasa menahan haru ketika melihat siaran langsung yang menyatakan pencabutan lockdown oleh pemerintah. Ia berharap kota Wuhan dapat pulih dan kembali normal secepatnya.

"Hati saya akan selalu ada di sana dengan kota yang kuat, berani dan heroik ini," ungkapnya.

Wakil Gubernur Provinsi Hubei, Cao Guangjing mengatakan, pencabutan lockdown di Wuhan menandai kemajuan yang menentukan dalam pertempuran kota melawan virus.

 

Kekhawatiran Masih Melekat

Meski melegakan masyarakat China, pencabutan lockdown Wuhan juga memicu kecurigaan dari berbagai pihak luar.

Beberapa pihak mempertanyakan keputusan pencabutan lockdown di Wuhan, dan bertanya-tanya apakah tidak terlalu dini untuk mencabut larangan tersebut karena khawatir gelombang kedua wabah bisa terjadi.

Terlebih, beberapa pihak juga berpendapat Wuhan tidak melaporkan jumlah infeksi sebenarnya.

Karena semakin banyak orang Wuhan melakukan perjalanan ke luar kota usai lockdown, kota-kota China lainnya juga telah memberlakukan tes untuk penduduk yang kembali dari Wuhan untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Misalnya, pemerintah kota Beijing mengharuskan siapa pun yang datang dari Wuhan menjalani tes nukleat dua kali. Satu kali saat sebelum mereka meninggalkan Wuhan dan setelah mereka tiba di Beijing. (ara/ayp/cnn/bua)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU