Sebelum Meninggal, Fuad Amin Sempat 7 Kali Dirawat

  • 16-09-2019 / 21:05 WIB
  • Kategori:Nasional
Sebelum Meninggal, Fuad Amin Sempat 7 Kali Dirawat

MALANGPOSTONLINE.COM -  Kementerian Hukum dan HAM menyatakan eks Bupati Bangkalan Fuad Amin telah menjalani perawatan sebanyak tujuh kali selama menjalani masa pidana di Lapas Kelas I Surabaya.

Diberitakan sebelumnya, Humas RSUD Dr Soetomo Dr Pesta Parulian mengatakan Fuad Amin meninggal dunia diduga akibat serangan jantung.

Dilansir dari CNN, "Selama menjalani pidana di Lapas Kelas I Surabaya sejak 30/11/2018, Fuad Amin menjalani perawatan medis sebanyak tujuh kali, masing-masing dua kali di RS DR. Soetomo dan lima kali di RSUD Sidoarjo," ujar Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Ade Kusmanto, Senin (16/9).

Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jatim, Pargiyono, mengatakan tujuh kali perawatan itu dihitung sejak Fuad mendekam di Lapas Surabaya di Porong November 2018.

Rinciannya, lima kali perawatan di RSUD Sidoarjo pada 24 Januari, 27 Juli, 8 Agustus, 2 September, dan 7 September. Selain itu, ada dua perawatan di RSUD Sutomo Surabaya pada 3 April dan Sabtu (14/9).

Pada rujukan terakhir ke RSUD Sidoarjo, 7 September, Pargiyono menyebut Fuad diopname di Ruang Anggrek GDH lantai 3. Diagnosanya adalah penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hipertensi, penyakit jantung koroner, vertigo, Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak.

 "Karena pertimbangan medis, pada tanggal 14 September 2019 WBP (warga binaan pemasyarakatan) dirujuk oleh RSUD Sidoarjo ke RSUD dr Soetomo," ujar Pargiyono, Senin (16/8).

Setelah tiga hari dirawat, Senin (16/9) pukul 14.00 WIB, Kalapas, kata dia, mendapat informasi dari petugas lapas yang berjaga di RSUD dr Soetomo, Fajar Kurniawan, bahwa Fuad Amin dalam kondisi kritis.

"Menurut keterangan petugas kami di RS, Pukul 15.08 WBP mendadak henti jantung (cardiac arrest)," kata Pargiyono.

Tim dokter, kata dia, melakukan tindakan kompresi jantung untuk menstabilkan kondisi. Pukul 16.00 WIB, tindakan berhasil dan jantung kembali normal. Lima menit berselang, terjadi henti jantung lagi dan dilakukan tindakan kompresi jantung.

"Pukul 16.12 WBP dinyatakan meninggal oleh dokter," katanya.

Pargiyono menegaskan bahwa pihak Lapas telah melakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang ada. Dia pun menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Fuad yang ditinggalkan.

"Kami akan melakukan pengawalan hingga jenazah diserahterimakan kepada pihak keluarga," katanya.

Fuad Amin dijerat oleh KPK dalam kasus suap yang disebut terjadi selama menjadi Bupati Bangkalan dan Ketua DPRD Bangkalan. Ia kemudian divonis mencuci uang hasil korupsi sebanyak Rp197,2 miliar sejak tahun 2003-2014. (ryn/frd/arh/cnn/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU