Bela Diri Tangan Kosong, Eskrima Cocok Untuk Mahasiswi

  • 17-11-2019 / 15:34 WIB
  • Kategori:Nasional
Bela Diri Tangan Kosong, Eskrima Cocok Untuk Mahasiswi

Malangpostonline.com - Ancaman keamanan dapat datang darimana saja. Khususnya bagi kaum perempuan, memiliki pengetahuan soal beladiri akan sangat penting. Inilah yang menjadi poin utama dalam seni bela diri Eskrima.

Beladiri asal Filipina ini sangat pas diketahui perempuan. Pasalnya teknik beladiri mengajarkan beladiri dengan tangan kosong. 

Guru Muda Eskrima Nusantara Jawa Timur, Kiky Rizky Lubis menyampaikan, secara mendasar Eskrima merupakan seni bela diri yang menggunakan senjata berupa tongkat. 

"Karena dulu tongkat menjadi senjata yang tak dapat dideteksi penjajah sebagai bentuk perlawanan masyarakat Filipina. Mereka dulu melatih diri sendiri dengan itu dan mengkombinasikan dengan ilmu bela diri Hanggar ala Eropa," tegasnya.

Selain memiliki gerakan yang beragam, seni bela diri Eskrima ini juga dapat mengasah daya respons seseorang, terutama saat melawan penjahat dengan tangan kosong. 

Dijelaskan pria yang akrab disapa Kiky ini mengatakan tahap tertinggi adalah tanpa menggunakan senjata atau tangan kosong. Perlawanan dengan tangan kosong ini merupakan tataran yang paling tinggi dalam Eskrima.

"Ini perbedaannya dengan seni bela diri dari negeri kita. Biasanya kan dimulai dengan tangan kosong kemudian menggunakan senjata. Kalau Eskrima dibalik, senjata dulu baru tangan kosong," katanya di sela kegiatan Woman Basic Self Defense with Eskrima Jatim di Soekarno Hatta Malang.

Lebih jauh dia menyampaikan, bela diri eskrima secara tidak langsung akan melatih gerakan seseorang untuk memanfaatkan setiap benda sebagai senjata. 

Mulai dari senter, bulpoint, binder, hingga smartphone. Ini lah mengapa beladiri ini cocok bagi pertahanan diri untuk perempuan.

"Jadi ini juga melatih seseorang terutama perempuan untuk memberi perlawanan menggunakan benda yang mereka bawa sehari-hari," jelas Kiky. 

Dia juga menjelaskan, perempuan harus tetap memperhatikan keamanan diri saat memberikan perlawanan kepada penjahat. Diantaranya memperhatikan titik lemah dari lawan. 

Diantaranya pada bagian pelipis, leher atau tenggorokan, perut, hingga paha dalam dan urat nadi. 

"Saat di serang, langkah utama adalah sakiti lawan kemudian tangkap dan hajar. Kemudian saat lawan lengah harus ditinggal lari. Karena bagaimana pun fisik perempuan masih kalah dengan fisik laki-laki," tandasnya. 

Menurutnya, seni bela diri Eskrima ini tak hanya dikhususkan untuk orang dewasa saja. Anak-anak sejak usia empat tahun sangat diperbolehkan untuk melakukan pelatihan Eskrima secara mendasar. 

"Anak-anak bisa untuk berlatih Eskrima," pungkasnya. 

Sementara itu, kegiatan Woman Basic Self Defense with Eskrima itu sendiri diikuti oleh mahasiswi hingga ibu rumah tangga yang secara sengaja ingin mengasah ketangkasan mereka. Terutama untuk meningkatkan kemampuan menjaga diri. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU