PKS dan Berkarya Gandengan di Pilkada Serentak 2020

  • 20-11-2019 / 07:34 WIB
  • Kategori:Nasional
PKS dan Berkarya Gandengan di Pilkada Serentak 2020 KUNJUNGAN POLITIK: Ketum DPP Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra berkunjung ke DPP PKS, kemarin. Mereka bikin kesepakatan menghadapi Pilkada serentak tahun depan.

Malangpostonline.comJAKARTA- PKS punya kawan baru dalam koalisi politik. Partai Berkarya menjadi salah satu gandengannya. PKS dan partai besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu sepakat kerja sama di Pilkada serentak tahun 2020.

Kesepakatan politik itu terwujud usai Tommy Soeharto  berkunjung ke markas DPP PKS, Selasa (19/11) kemarin sore. Putra penguasa Orde Baru, Soeharto itu diterima  Presiden PKS Sohibul Iman.

Tommy Soeharto  mengatakan pertemuan dengan PKS bertujuan menyamakan visi guna menyuarakan keinginan rakyat. Tommy menyebut mereka juga membahas rencana kerja sama PKS-Berkarya di Pilkada 2020.

"Seperti diketahui, oposisi emang nggak secara langsung ada di Indonesia. Karenanya, kami akan selalu berpihak pada rakyat. Apa kebijakan yang baik untuk rakyat, kami akan dukung. Itu yang kami akan lakukan kesempatan ke depan,” jelas Tommy usai pertemuan saat konferensi pers.

“Dan tentunya antara PKS dan Berkarya adalah kerja sama Pilkada, gimana Pilkada bisa kita sinergikan, dan kita kerja sama erat di antara kedua partai," sambungnya.

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso juga mengatakan alasan Berkarya memilih PKS sebagai partai yang lebih dulu dikunjungi. Berkarya menilai PKS partai yang patut dicontoh dalam mempertahankan suara di parlemen.

Tak hanya itu, Priyo menyebut Berkarya tidak ingin PKS berdiri sendiri sebagai partai yang mengkritik pemerintah. Priyo menyebut Berkarya siap melakukan kritik ke pemerintah jika kebijakannya dinilainya tak pro kepada rakyat.

"Kami tidak ingin biarkan PKS sendirian dalam situasi perpolitikan yang sekarang ini. Biarlah nanti muncul gagasan-gagasan alternatif untuk kebaikan bangsa, dan kualitas demokrasi ke depan. Kita tidak boleh membiarkan demokrasi kita ambruk hanya karena banyak orang berduyun-duyun menuju kekuasaan," ujar Priyo.

Sementara itu, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan sangat membutuhkan dukungan Berkarya dalam mengkritik pemerintah. Meski Berkarya tak memiliki suara di DPR, Sohibul mengatakan Berkarya bisa memberi dukungan dalam membentuk opini masyarakat.

"Terkait dengan masalah perjuangan bersama DPR RI memang Berkarya nggak ada representasi di sana, tapi kan sebagai partai politik Berkarya juga punya hak untuk suara. Menjadi kelompok penekan untuk menguatkan pihak pemerintahan, itu yang kami butuhkan," tutur Sohibul.

Partai Berkarya menyebut pelaksanaan Pemilu 2019 yang paling buruk setelah reformasi. Berkarya mengaku menghadapi berbagai rintangan. "Terus terang kami agak terseok-seok melihat situasi pilpres dan pemilihan legislatif yang kami nilai merupakan penyelenggaraan pemilu terburuk dalam sejarah setelah reformasi. Kami mengalami, menghadapi berbagai macam rintangan yang luar biasa," kata Priyo Budi.

Dia mengibaratkan situasi politik kemarin seperti menabrak karang. Menurutnya, partai baru seperti Berkarya godaanya sangat banyak dan luas. "Sehingga partai baru semacam kami ini memang semacam menabrak batu karang yang luar biasa. Karena ada penyelenggara dan praktik pemilu masif dan luar biasa yang kami saksikan semuanya," ujar Priyo.

Meski begitu, dia mengaku bersyukur di bawah kepemimpinan Tommy Soeharto sebagai Ketum, Berkarya bisa kuat hingga mendapatkan 160 kursi di DPRD tingkat kabupaten dan kota.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal  PKS  Mustafa Kamal menambahkan, pihaknya bersama Partai Berkarya telah berkomitmen untuk bekerja sama dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

"Membuka ruang kerja sama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dengan memenangkan kompetisi Pilkada tahun 2020 dengan cara bermartabat dan penuh keberkahan," kata Mustafa. 

Lebih lanjut, ia menegaskan pihaknya menolak segala bentuk politik uang, ujaran kebencian, hingga politisasi SARA dalam gelaran Pilkada serentak tahun depan. Mustafa menerangkan PKS dan Berkarya sepakat menolak segala kecurangan baik yang yang bersifat yuridis maupun etis dalam gelaran demokrasi tersebut. "Kami meminta kepada pemerintah dan aparat untuk menyelenggarakan pilkada yang jujur dan adil," tandasnya. (cni/jpg/van/Malangpostonline.com

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : JPC
Fotografer : JPC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU