Datangi DPR, Puluhan Warga Korea Adukan Jiwasraya

  • 05-12-2019 / 08:11 WIB
  • Kategori:Nasional
Datangi DPR, Puluhan Warga Korea Adukan Jiwasraya

Malangpostonline.com, JAKARTA- Puluhan warga Korea Selatan pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengadu kepada Komisi VI  DPR RI terkait tunggakan klaim produk asuransi tabungan rencana (saving plan). Klaim tersebut belum dibayarkan sejak jatuh tempo Oktober 2018 lalu.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korea Selatan Lee Kang Hyun, mewakili 50 warga yang mengadu, menceritakan dirinya membeli produk saving plan melalui KEB Hana Bank. Kebetulan, Jiwasraya bekerja sama dengan bank tersebut dalam menjual produknya.

Produk asuransi hasil kemitraan dengan bank ini seringkali disebut dengan bancassurance. Ia mengatakan, manajemen KEB Hana Bank memasarkan produk saving plan seolah-olah seperti deposito demi menarik nasabah.

“Jadi KEB Hana Bank menjual kepada nasabah yang orang Korea seperti deposito. Orang Korea jadinya mengikuti program KEB Hana,” ucap Hyun, Rabu (4/12).

Sebagai warga negara asing asal Korea Selatan, Hyun menyatakan KEB Hana Bank merupakan perbankan yang cukup terkenal di negaranya. Oleh karena itu, ia berani membeli produk investasi dari bank tersebut.

Bukan hanya dirinya, tapi juga sekitar 470 warga Korea Selatan lainnya yang tinggal di Indonesia juga membeli produk saving plan melalui KEB Hana Bank. Nasib mereka pun sama, yakni belum mendapatkan pencairan klaim sejak Oktober tahun lalu.

“Awalnya tidak curiga. Tapi tahun kedua ada masalah bunga turun dari  sembilan  persen jadi delapan  persen lalu tujuh persen. Tapi kami tetap ikuti,” terang Hyun.

Hanya saja, Hyun dan ratusan orang Korea Selatan lainnya tak juga menerima pencairan klaim hingga jatuh tempo tahun lalu. Alhasil, Hyun pun mendatangi mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pada tahun lalu.

 “Kata Bu Rini (saat itu) akan diselesaikan dalam waktu satu bulan sampai dua bulan, tapi lalu saya tanya ke mantan Diretur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo, katanya bisa sampai dua tahun atau tiga tahun,” papar dia.

Setelah itu, Hyun pun mengunjungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi mencari titik terang. Hanya saja, lembaga itu diklaim tak memberikan tanggapan positif. “Ke Jiwasraya juga begitu, hanya janji-janji,” imbuhnya.

Makanya, Vice President PT Samsung Electronics Indonesia itu mengaku sangat berharap dengan Menteri BUMN baru, yakni Erick Thohir untuk menyelesaikan persoalan Jiwasraya.

Nasabah lainnya, Johnny Mahtany juga membeli produk saving plan di Jiwasraya melalui PT Standard Chartered Bank Indonesia. Ia mengaku memasukkan banyak dana ke produk asuransi tersebut. “Lumayan besar, dana repatriasi keluarga saya bawa ke sini,” kata Johnny.

Saat pertama kali diberitahu oleh pihak Standard Chartered Bank Indonesia, warga negara asing asal Belanda ini menyatakan bahwa produk itu disebut sangat aman. Alasannya diterbitkan oleh perusahaan milik negara. “Saya juga investasi di produk ini, makanya saya tunggu kabar teman-teman di sini. Semoga rapat kali ini ada solusi,” jelasnya.

Sebagai catatan, Jiwasraya menjual produk saving plan lewat tujuh bank mitra, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT KEB Hana Bank Indonesia, PT Bank QNB Indonesia, PT Standard Chartered Bank Indonesia, PT Bank Viktoria International Tbk.

Namun, pada Oktober 2018 lalu, perseroan meminta penundaan pembayaran klaim polis jatuh tempo sebesar Rp 802 miliar akibat tekanan likuiditas. Pemerintah sejauh ini masih mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan gagal bayar Jiwasraya.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar usai ikut menerima audiensi para nasabah korban PT. Asuransi Jiwasraya  mengatakan, ada pertanyaan  yang harusnya ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kita sebagai DPR RI agar segera mendapati langkah-langkah yang akan diambil oleh BUMN, khususnya Jiwasraya,” jelas Nasril.

Di lain sisi, politisi PAN ini menduga adanya praktik sindikasi yang berusaha mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari sebuah produk ini. Sehingga ia berharap ada aktivitas yang dilakukan oleh aparat untuk membongkar hal tersebut. Lebih lanjut Nasril mengaku akan segera menginvestigasi mitra terkait seperti BUMN terkhusus dalam hal ini adalah PT. Asuransi Jiwasraya itu sendiri. (cni/dpr/van/Malangpostonline.com)

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU