Sidang Perdana Lutfi Alfiandi yang Viral Pasca Demo Anak SMK

Pembawa Bendera Didakwa Melawan Petugas

  • 13-12-2019 / 08:48 WIB
  • Kategori:Nasional
Pembawa Bendera Didakwa Melawan Petugas

Malangpostonline.com, JAKARTA - Sidang perdana pemuda pembawa Sang Merah Putih berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (12/12), kemarin. Pemuda yang diketahui  bernama Lutfi Alfiandi, 21, viral ketika aksi demo siswa STM di kawasan DPR/MPR RI. Jaksa mendakwanya sebagai pengangguran yang menyamar sebagai anak STM dan melawan pejabat yang bertugas.

Ya, demonstran pembawa bendera Merah Putih dalam aksi tolak RKUHP dan UU KPK, Dede Lutfi Alfiandi alias Dede bin Budi Sulistio, didakwa melakukan kekerasan melawan pejabat yang menjalankan tugas. Lutfi didakwa menyamar sebagai siswa STM dalam aksi unjuk rasa.

Lutfi awalnya mengetahui demo di DPR dari akun instagram. Saat itu muncul unggahan ‘STM dan mahasiswa kembali berkumpul di jalan’. Lutfi kemudian dihubungi rekannya bernama Nandang untuk ikut demo di DPR.

“Lutfi yang merupakan pengangguran kemudian menyamar sebagai siswa STM dengan baju putih dan celana abu-abu saat mengikuti aksi unjuk rasa memprotes pembahasan RKUHP dan revisi UU KPK pada 30 September 2019,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Andri Saputra membacakan surat dakwaan di PN Jakarta Pusat, Kamis (12/12).

Lutfi lantas bergabung dengan peserta unjuk rasa lainnya di depan gedung DPR RI untuk melakukan aksi unjuk rasa. Polisi lantas berusaha membubarkan Lutfi dan peserta unjuk rasa lainnya pada pukul 18.30 WIB. Namun, pada pukul 19.30 WIB, Lutfi dan peserta unjuk rasa lainnya datang kembali ke belakang gedung DPR dengan jumlah yang lebih banyak.

“Mereka melakukan demo disertai penyerangan kepada kepolisian dengan melempar batu, botol air mineral, petasan, dan kembang api,” urai jaksa Andri.

Lutfi juga disebut merusak fasilitas umum seperti pot bunga hingga pembatas jalan. Polisi kemudian memberi peringatan lebih dsri tiga kali kepada peserta aksi unjuk rasa agar membubarkan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis

Sebelum sidang dimulai, ruang sidang telah dipenuhi puluhan emak-emak dan sejumlah pelajar yang mengaku sebagai rekan Lutfi. Mereka menyesaki ruang sidang dan berebutan mengambil gambar pria berusia 20 tahun itu.

Selain duduk di bangku peserta sidang, mereka juga berdiri di bagian depan. Kondisi pun penuh sesak. Belum lagi emak-emak yang berdiri di bangku untuk melihat Lutfi karena terhalang peserta sidang lainnya. Anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila yang juga berjaga di ruang sidang pun ikut menenangkan emak-emak tersebut.

Sementara Lutfi yang mengenakan rompi tahanan warna oranye dan peci hitam didampingi ibunya, Nurhayati Sulistya. Sambil menahan tangis, ibunya terus memeluk Lutfi. Emak-emak pengunjung sidang pun tak ingin kehilangan momen tersebut. Mereka berulang kali memanggil Lutfi untuk mengambil gambar bersama ibunya.

"Lutfi, Lutfi hadap sini!" seru salah satu emak-emak.

Lutfi pun menurut dan berbalik menghadap kamera dari ponsel emak-emak yang memanggilnya. Sementara Nurhayati hanya meminta doa agar anaknya dapat bebas dari jeratan hukum yang didakwakan jaksa. Ia meyakini Lutfi tak bersalah.
"Minta doanya untuk sidang ini. Pokoknya harapan saya bebas," ucapnya.

Emak-emak peserta sidang terus menyerukan dukungan pada Lutfi. Mereka meminta agar hakim membebaskan Lutfi. "Bebaskan Lutfi! Bebaskan Lutfi!"
Seruan emak-emak itu baru mereda ketika hakim memulai persidangan. Lutfi didakwa dengan pasal berlapis melakukan kekerasan dan melawan petugas saat demonstrasi September lalu. Ia disebut melakukan perusakan dan melempar petugas kepolisian dengan batu, botol air mineral, petasan, dan kembang api.

 

Wakil Ketua DPR RI Beri Jaminan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjadi penjamin penangguhan penahanan demonstran pembawa bendera dalam aksi demo 30 September lalu, Dede Lutfi Alfiandi. Hal ini disampaikan kuasa hukum dalam sidang perdana kasus Lutfi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/12).

"Kita ajukan permohonan penangguhan mengingat beliau masih muda," ujar kuasa hukum Lutfi, Andres, saat menyampaikan permohonan penangguhan kepada hakim.

Selain Dasco, permohonan penangguhan itu juga diajukan anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman dan Didik Mukrianto. Permohonan itu disampaikan langsung dalam pernyataan tertulis dengan tanda tangan dan bermeterai.

Dalam surat permohonan, disebutkan bahwa Lutfi tidak akan melarikan diri, tidak mempersulit pemeriksaan, tidak mengulang perbuatan, tidak menghilangkan barang bukti, dan akan mengikuti seluruh proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Kami berharap apa yang kami ajukan dapat dikabulkan," katanya.

Menanggapi permohonan tersebut, majelis hakim menyatakan akan musyawarah terlebih dulu.

 

Dukungan Demokrat

Sementara anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat Didik Mukrianto ikut memantau sidang perdana Lutfi di ruang sidang PN Jaksel. Didik sempat bicara langsung dengan Lutfi untuk memberi dukungan sebelum persidangan.
"Saya ingin beri support Lutfi dan kawan-kawan dan menyampaikan bahwa ini ruang yang tepat untuk mencari keadilan," ujar Didik.

Didik menuturkan dakwaan dari jaksa dapat dibuktikan langsung di muka persidangan untuk menentukan apakah Lutfi bersalah atau tidak.

Ia memastikan bahwa peradilan akan berjalan sesuai aturan yang berlaku mengingat kasus Lutfi cukup menarik perhatian publik.

"Tentu DPR terus mendengar yang menjadi aspirasi masyarakat dan publik. Untuk itu Komisi III memastikan peradilan bisa berjalan dengan aturan yang berlaku," katanya.

Lutfi menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/12).

Ia merupakan salah satu demonstran yang terlibat dalam aksi pelajar sekolah menengah di depan gedung DPR pada 30 September yang ditangkap polisi.

Lutfi dikenal karena foto pemuda usia 20 tahun saat menggenggam bendera Merah Putih, itu viral di media sosial. Lutfi dalam foto itu disebut ingin menghindari gas air mata dari aparat.

Kasus Lutfi diklasifikasikan sebagai kejahatan terhadap penguasa umum. Adapun sejumlah pasal yang dikenakan yakni kesatu, Pasal 212 KUHP juncto Pasal 214 ayat 1 KUHP atau kedua, Pasal 170 KUHP atau ketiga, Pasal 218 KUHP.

Lutfi sempat ditahan di Polres Jakpus sebelum dipindahkan ke Rutan Salemba. Berkas kasus Lutfi itu dinyatakan lengkap atau P21 dan dilimpahkan ke kejaksaan pada Senin, 25 November 2019.(jpg/cni/ary/Malangpostonline.com)

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : JPC
Fotografer : JPC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU