Akibat Banjir, 1.000 Mobil Toyota Masuk Bengkel Resmi

  • 11-01-2020 / 16:53 WIB
  • Kategori:Nasional
Akibat Banjir, 1.000 Mobil Toyota Masuk Bengkel Resmi Bengkel Auto2000 Foto: Luthfi Anshori Bengkel Auto2000

Malangpostonline.com - Hujan ekstrem yang melanda Jabodetabek ikut berdampak pada kendaraan. Bahkan hujan yang melanda dibeberapa wilayah itu, memakan ribuan kendaraan.

Seperti rilis yang diterima detik.com, sekiranya sudah ada 1.000 unit mobil Toyota atau milik pelanggan Auto2000 yang masuk bengkel resmi untuk mendapat penanganan isentif akibat banjir.

"Kami berupaya penuh untuk membantu pelanggan Toyota yang menjadi korban banjir," ujar Aftersales Division Head Auto2000, Ricky Martawijaya, dikutip dari Detik.

Ricky juga mengatakan sampai saat ini, sudah lebih dari 1.000 mobil Toyota yang dibawa ke cabang Auto2000 di area Jabodetabek guna dilakukan perbaikan pascabanjir. Untuk unit terbanyak yang diperbaiki ialah Toyota Innova, Toyota Avanza, dan Toyota Yaris dengan tahun pembuatan 2016, 2017 dan 2018.

"Dengan pengalaman panjang sebagai dealer resmi Toyota, Auto2000 mempunyai berbagai macam layanan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan pada pelanggan yang menjadi korban banjir sehingga pemilik mobil bisa merasa tenang meskipun mobilnya mengalami musibah," tambahnya.

Sebagai catatan dalam pemberitaan detik.com sebelumnya, Dijelaskan Service Manager Auto2000 Cilandak, Suparna, ada 3 level penanganan mobil yang terendam banjir, yaitu light, medium, dan heavy.

"Kalau rendaman air sebatas karpet, maka itu termasuk penanganan light (ringan). Bila sampai sandaran jok itu termasuk kategori medium dan kalau rendaman air sampai atap/plafon, kita kategorikan heavy," kata Suparna, kepada detikcom di Jakarta.

Untuk level ringan (light), penanganan pertamanya adalah dengan melepas dan mengeringkan karpet dan overhaul alternator. "Selain itu dilakukan pengecekan dan pembersihan/penggantian rem, pengecekan bearing roda, cek sistem steering, dan bisa juga cek kelistrikan, terutama area bawah," jelas Suparna.

Sementara untuk penanganan level medium, poin yang perlu dicek lebih banyak lagi. Mulai dari melepas jok, trim board, speaker, pemeriksaan dan pembersihan motor power window, area dasbor, dan panel.

"Selanjutnya periksa sistem AC, sistem audio, saluran bahan bakar, sistem pengapian, sistem alarm, kuras oli mesin, kuras oli transmisi dan gardan/transaxle, kuras tangki bahan bakar, dan ditambah pemeriksaan dan pembersihan konektor dan kabel-kabel/wiring. Termasuk sistem kontrol ECU, komputer ABS, dan sensor," lanjut Suparna.

Kemudian untuk perawatan kategori heavy, kurang lebih sama dengan penanganan kategori light dan medium. "Hanya saja ada tambahan untuk pembersihan dan penggantian plafon," terangnya lagi.

Lalu berapa estimasi biayanya? Menurut Suparna, rincian biayanya sangat relatif, karena bergantung dari tingkat kerusakan mobil itu sendiri. Jika sebagian spare part yang terendam banjir masih berfungsi normal dan bisa dipakai, ongkos reparasi bisa lebih terjangkau. Sementara jika harus ada penggantian akibat part rusak, maka biayanya bisa berlipat ganda.

"Kalau untuk estimasi lama waktu pengerjaannya, biasanya antara satu sampai dua minggu," pungkasnya. (lth/ddn/dtk/bua)

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : DTK
Fotografer : DTK

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU