Pulang dari China, Pramugari Lion Air Mengeluh Suhu Badan Tinggi

  • 27-01-2020 / 21:49 WIB
  • Kategori:Nasional
Pulang dari China, Pramugari Lion Air Mengeluh Suhu Badan Tinggi ilustrasi

Malangpostonline.com - Seorang pramugari maskapai penerbangan Lion Air. diduga terjangkit virus corona usai menempuh perjalanan dari China ke Indonesia. Pramugari yang tak disebutkan namanya itu menempuh perjalanan ke Wuhan, China, pada Jumat lalu, 24 Januari 2020.

Ia menginap sehari di kota yang kali pertama ditemukan virus corona itu. Sehari setelahnya, tepatnya pada Minggu 26 Januari 2020, ia kembali ke Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr Nyoman Suratmika membenarkan, jika pramugari tersebut menjalani perawatan di BRSU Tabanan.

"Sebelumnya juga, pramugari itu menjalani penerbangan ke Wuhan pada tanggal 6 Januari dan kembali ke Indonesia pada 8 Januari 2020. Pada penerbangan terakhir, sesampainya di Indonesia dia mengeluh suhu badannya panas," kata Suratmika, dilansir dari VIVA, Senin 27 Januari 2020.

Dia lantas berinisiatif memeriksakan diri ke rumah sakit swasta. Ia lalu dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.

"Lalu, semalam dirujuk ke BRSU Tabanan. Memang, sesuai keputusan Menteri Kesehatan ada tiga rumah sakit di Bali, yang ditunjuk dalam rangka penanganan darurat terkait virus Corona. Salah satunya adalah BRSU Tabanan, selain dari RSUP Sanglah dan rumah sakit di Gianyar," katanya.

Dari hasil pemeriksaan intensif dan uji laboratorium, pramugari tersebut dinyatakan negatif terjangkit virus Corona. "Hasil diagnosanya adalah brongkitis. Jadi, negatif terjangkit virus tersebut," katanya.

Kendati begitu, pramugari itu belum diperkenankan meninggalkan rumah sakit. "Kita masih observasi. Sekarang, tahapan observasi namanya. Kita rawat di sini, sampai betul-betul sembuh dan diperkenankan pulang," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Coorporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, tak menampik, namun juga tak membenarkan jika perempuan tersebut adalah pramugari di maskapainya. Ia meminta waktu, untuk memberikan pernyataan terkait hal ini.

"Ada email (yang bisa dihubungi untuk mengirimkan pernyataan)," kata Danang singkat.

Namun, sehari sebelumnya, Danang membenarkan, jika maskpainya terbang ke Wuhan, untuk mengantarkan penumpang.

Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan keterangan resmi sehubungan layanan penerbangan internasional dari Denpasar melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali (DPS) tujuan Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH), sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan dijalankan menurut aturan yang berlaku.

Danang menjelaskan, operasional penerbangan Lion Air rute Denpasar ke Wuhan bertujuan untuk pemulangan tamu atau penumpang. Penerbangan ini membawa tujuh kru dan 81 penumpang. Penerbangan Wuhan-Denpasar dioperasikan sebagai ferry flight, yakni hanya membawa kru dan tidak menerbangkan tamu atau penumpang.

"Sesuai dengan pemberitahuan resmi otoritas setempat (notam) di Wuhan, bahwa status bandar udara saat ini hanya diperbolehkan melayani kedatangan (arrival), untuk keberangkatan (departure) tidak membawa penumpang serta sebagai alternatif pendaratan kondisi darurat (emergency landing)," kata dia, Minggu 26 Januari 2020.

Untuk layanan berikutnya, Danang melanjutkan, Lion Air akan melakukan penghentian/ pembatalan sementara (suspend) penerbangan internasional pergi pulang (PP) rute Denpasar–Wuhan–Denpasar hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sebagai informasi, Lion Air mengoperasikan tiga kali layanan dalam seminggu, setiap Rabu, Jumat dan Minggu. Penerbangan JT-2619 berangkat pukul 10.10 Waktu Indonesia Tengah (WITA, GMT+ 08) dari Denpasar ke Wuhan. Rute kembali, bernomor JT-2618 dijadwalkan lepas landas pukul 22.55 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, GMT+ 08) dari Wuhan ke Denpasar.

"Lion Air sudah menginformasikan kepada seluruh tamu atas perubahan dan pembatalan penerbangan sementara pada rute dimaksud. Lion Air senantiasa berkomitmen dalam memastikan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan (ensure the safety, security, and comfort) penerbangan terhadap kru pesawat dan tamu," kata dia.

"Lion Air senantiasa memantau situasi di Wuhan, berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait serta memberikan perkembangan terkini kepada penumpang. Keputusan penghentian sementara merupakan bagian dari langkah antisipasi berdasarkan pemberitahuan larangan perjalanan dari otoritas Wuhan mengenai dampak wabah virus corona," kata Danang. (asp/viv/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : ist
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU