Gianyar Bali Borong 525 Babi dari 11 Daerah Terdampak Virus

  • 17-02-2020 / 10:14 WIB
  • Kategori:Nasional
Gianyar Bali Borong 525 Babi dari 11 Daerah Terdampak Virus Babi. Pemkab Gianyar menghimpun uang tunjangan beras para ASN untuk memborong 525 babi yang masih sehat dari 11 desa terdampak demam babi Afrika di Bali. (Foto: afnewsagency/Pixabay)

Malangpostonline.com - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali mengambil kebijakan memborong 525 babi yang masih sehat di 11 desa terdampak virus diduga African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika.

Babi tersebut dibeli dengan harga di atas pokok industri yaitu Rp26 ribu per kilogram. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp 1,3 miliar. Uang itu dihimpun dari uang tunjangan beras para ASN di seluruh Gianyar.

"Dagingnya sudah mulai dibagikan kepada ASN dan juga ada guru yang membeli di Gianyar," ujar Bupati Gianyar, Made Mahayastra kepada CNNIndonesia.com, Senin (17/2).

Jika tak ada virus yang membunuh babi secara massal di Bali seperti saat ini, peternak mestinya panen karena Rabu 19 Februari ini adalah hari raya Galungan yang merupakan hari besar keagamaan.

Mahayastra mengatakan kebijakan memborong babi ini untuk menyelamatkan para peternak dari kerugian akibat harganya yang anjlok.

Sebagian babi yang diborong sudah mulai dipotong hari ini. Pemotongan akan dilanjutkan besok bertepatan dengan hari Penampahan Galungan.

"Sampai Minggu siang, pesanan babi masih berlangsung. Dipastikan proses pemotongan seluruh babi itu akan berlangsung pada Senin dan Selasa. Jadi ini akan dipotong bersama menyambut hari raya Galungan," ungkap Mahayastra, dikutip dari CNN Indonesia.

Pemkab Gianyar memastikan tim kesehatan telah diterjunkan untuk memastikan kesehatan 525 babi tersebut.

"Kami sudah cek semua dan dinyatakan layak untuk dikonsumsi, nanti juga akan ada stempel dari Dinas Pertanian memastikan seluruh babi ini layak dikonsumsi," kata Mahayastra.

Sejauh ini tercatat ada 11 desa di Bali yang terkena wabah virus babi di Gianyar yaitu Desa Lebih, Abianbase, Keramas, Kemenuh, Pejeng Kangin, Tampaksiring, Sebatu, Keliki, Taro, Melinggih, dan Singakerta.

Merespons fenomena virus yang penyebabnya belum juga diumumkan ini, para peternak menjerit dengan ancaman kerugian yang nyata. Sementara warga selaku konsumen mulai ragu memakan olahan babi.

Untuk menangani masalah ini, beberapa langkah strategis dilakukan. Pertama pemerintah diminta memborong babi di daerah terdampak virus dengan harga di atas pokok industri.

Kabupaten di Bali yang terdampak juga melakukan kampanye makan babi. Acara ini dilakukan untuk meyakinkan warga bahwa olahan masakan berbahan dasar babi aman untuk dikonsumsi. (put/gil/cnn/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU