Terawan & Doa yang Diyakini Bikin RI Tak Terjangkit Corona

  • 18-02-2020 / 09:38 WIB
  • Kategori:Nasional
Terawan & Doa yang Diyakini Bikin RI Tak Terjangkit Corona Menteri kesehatan terawan agus putranto (CNBC Indonesia/Cantika Dinda)

Malangpostonline.com - Sampai dengan hari ini, belum ada satu pun orang di Tanah Air yang positif terjangkit virus corona (Covid-19). Dalam berbagai kesempatan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkapkan hal itu tak lepas dari doa.

Hal itu tentu menjadi pertanyaan awak media, tidak terkecuali dalam konferensi pers setelah rapat koordinasi di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020) kemarin.

Terawan menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan dasar Pancasila. Sila pertama pun berbunyi Ketuhanan yang Yang Maha Esa.

"Apa pun agamanya, selama kita berpegang teguh pada Pancasila, doa itu menjadi hal yang harus utama maka namanya ora et labora [berdoa dan bekerja]. Saya kira itu tetap ada bekerja sambil berdoa dan itu sebuah hal yang sangat mulia," ujar Terawan.

Ia tidak mempermasalahkan apabila ada negara atau pihak lain yang keberatan dengan hal itu. Hal itu merupakan hak bangsa Indonesia untuk mengandalkan yang maha kuasa.

"Selama kita mengandalkan yang maha kuasa ya itulah hasil yang kita dapatkan sekarang. Kenapa malu mengandalkan yang maha kuasa? Aku tanya ganti. Ngapain malu kita andalkan yang maha kuasa? Masa berdoa aja malu. Salahnya sendiri," kata Terawan.

"Orang boleh beragama tapi belum tentu mau berdoa. Itu yang ingin saya tajamkan, satu, efisiensi harus dilakukan berdasarkan rasional ilmu kesehatan pada standar WHO. Yang kedua, yo berdoa. Nek ndak berdoa jangan coba-coba andalkan kekuatan sendiri," lanjutnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, memberikan sejumlah penjelasan perihal langkah pemerintah dalam menangani penyebaran virus corona yang baru, yaitu Covid-19. Hal itu disampaikan Muhadjir selepas mengikuti rapat koordinasi di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Ia mengatakan, evakuasi 238 WNI dari Hubei ke Natuna, merupakan langkah yang paling krusial yang diambil pemerintah.

"Dan kita kemarin sudah kita antar ke rumah masing-masing dengan selamat dan sambutan cukup meriah di beberapa media. Yang sekarang kita harus intensifkan adalah pemantauan dalam negeri kita yaitu dengan selalu mewaspadai, memonitor seluruh Indonesia semua kejadian yang diduga atau dicurigai infeksi virus corona ini terutama pasien-pasien yang memiliki gejala seperti terkena virus corona," ujar Muhadjir.

Ia pun memastikan, belum ada satu pun masyarakat di Tanah Air yang terjangkit virus corona. Muhadjir mengutip data Kementerian Kesehatan yang menyatakan dari 104 spesimen dari seluruh Indonesia, sebanyak 102 negatif dan sisanya masih dalam proses.

"Kita selalu dapat kiriman spesimen di Indonesia dan mudah-mudahan terus 0, tidak ada yang terjangkit virus corona," katanya, dikutip dari CNBC Indonesia.

Menurut dia, pemerintah sudah memperketat pintu-pintu masuk sekaligus menelusuri riwayat perjalanan orang yang akan masuk ke Indonesia. Semua sesuai dengan standar Kementerian Luar Negeri.

"Misalnya mereka orang yang 14 hari terakhir tidak pernah berada di pusat sumber wabah, yaitu di mainland. Jadi itu akan kita perhatikan betul dan media dengan cermat menyampaikan informasi dan pasti akan direspons tapi juga media arif tidak langsung mengekspose sebelum me-recheck," ujar Muhadjir.

"Jangan panik dan chaos seperti ramai-ramai memborong masker padahal anjuran pak Menkes [Menteri Kesehatan Terawan] yang bermasker adalah yang sakit dan memiliki risiko sakit. Kalau tidak itu ya tidak perlu pakai masker," lanjutnya.

Muhadjir pun bersyukur belum ada satu pun masyarakat Indonesia yang terjangkit virus corona. "Indonesia masih dilindungi Tuhan," katanya.

Perihal kemampuan mendeteksi virus corona, Muhadjir meminta publik jangan meragukan Indonesia. Sebab, Indonesia sudah memiliki elemen penting dalam pendeteksian virus itu, yaitu reagen primer hasil kerja sama dengan The Center for Disease Control and Prevention di Atlanta, AS.

"Jadi tidak benar diragukan kemampuannya. Jadi kita punya jatah antisipasi yang cukup kalau dibutuhkan dan seluruh RS kita memiliki kesiapan kalau suatu waktu ada pasien yang terkena terutama ruang isolasi," ujar Muhadjir.

"Ada dibutuhkan isolasi bertekanan negatif, tapi itu hanya untuk pasien gawat. Kalau yang belum gawat cukup di ruangan isolasi biasa dan jumlah bed isolasi negatif 227 bed jadi cukup Insya Allah hingga wabah berakhir dan Indonesia terhindar dari wabah ini," lanjutnya. (tas/tas/cnbc/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNBC
Fotografer : CNBC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU