Viral dari Sleman, Siswa SD Opname Diduga Korban Bullying

  • 21-02-2020 / 15:32 WIB
  • Kategori:Nasional
Viral dari Sleman, Siswa SD Opname Diduga Korban Bullying Viral siswa SD di Sleman diduga korban bullying hingga dioperasi dan opname di rumah sakit, Jumat (21/2/2020). (Foto: Tangkapan layar foto di medsos)

Malangpostonline.com  -  Dunia pendidikan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digegerkan dengan kemunculan sebuah utas di akun Twitter @Mummy_Nduty. Utas yang diunggah akun tersebut bernarasi telah terjadi bullying atau perundungan di sebuah sekolah.

"Ada apa sih dgn anak sekolah skr ini? Anak SDpun udh mulai gila!!! Ortuuuu hallooo ortuuu tolong anak2nya diperhatikan dgn baik yaaaa...guru2 disekolah please dehhhh lu pada digaji buat ngedidik anak2 jd bener bukan malah cuci tangan dan cari alesan lain buat ngehindar," tulis akun tersebut yang diunggah pada 19 Februari 2020 seperti dikutip detikcom pada Jumat (21/2/2020).

Saat detikcom melihat posting-an itu pada pukul 12.43 WIB, akun @Mummy_Nduty juga mengunggah tangkapan layar berisi percakapan pesan diduga orang tua korban.

Dalam utas itu juga tertulis narasi seorang siswa kelas 1 SD di-bully oleh kakak tingkatnya yang sudah kelas 6. Akibat bullying itu, korban harus dilarikan ke RS Sadewa, Babarsari. Namun, karena luka yang diderita korban tergolong berat maka harus dirujuk ke RS Bethesda.

Posting-an itu di-retweets ribuan kali dan mendapat ratusan komentar.

Seperti akun @ayah_9Garislucu yang menulis "ini validkah venti?". Tulisan itu dibalas oleh akun @Mummy_Nduty "Valid anak masih di RS Bethesda skr".

Saat dimintai konfirmasi, Kabag Humas dan Marketing RS Bethesda Yogyakarta, Adhiyanto Priambodo membenarkan jika ada pasien rujukan dari RS Sadewa, Babarsari, Sleman. Pasien itu berinisial S warga Sleman dan sudah dirawat sejak Kamis (13/2) lalu.

"Kaitannya dengan rujukan ke RS Bethesda ada satu pasien umurnya 9 tahun masuk IGD pada Kamis (13/2/2020), kemudian dilakukan operasi, kemudian saat ini masih mondok di ruang anak-anak," ujar Adhiyanto saat ditemui wartawan di RS Bethesda, Jumat (21/2/2020). Anak yang opname itu diketahui beralamat di Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman. Adhiyanto pun menyebut alur cerita yang viral di media sosial itu ada kecocokan dengan pasien ini.

"Jadi alamat anaknya itu di Mrican (Caturtunggal). Kecocokannya dalam narasi (di Twitter) itu soal rujukannya," jelasnya.

Namun, Adhiyanto belum bisa membeberkan penyebab anak tersebut harus dioperasi dan opname. Menurutnya yang berhak menyampaikan diagnosis adalah dokter terkait.

"Kalau operasinya di bagian perut. Pasien ditangani dokter spesialis anak dan dokter spesialis bedah. Untuk diagnosa, sampai siang ini kami belum ketemu dokter sehingga kami tidak berwenang dengan diagnosa, karena harus dokter yang menyampaikan dan izin keluarga," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswa yang menjadi pasien di RS Bethesda tersebut bersekolah di MI Qurrota Ayun di Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman.

Saat ditemui wartawan di sekolahnya, Kepala MI Qurrota Ayun, Muh Afifuddin membenarkan ada siswanya yang opname di RS Bethesda.

"Kami sampaikan beberapa fakta yang kami ketahui, benar ada siswa kami yang kelas satu memang di RS Bethesda posisinya sekarang, kemudian habis operasi? Iya," kata Afifuddin, Jumat (21/2/2020).

"Mengenai penyakitnya apa masih simpang siur juga," sambungnya.

Afifuddin mengatakan jika dia sudah menerima hasil USG dari rumah sakit. Namun, dia enggan untuk membeberkan hasilnya lantaran tidak berhak.

"Kami sudah terima, tapi kalau kami yang sampaikan hasilnya kan tidak berhak karena yang berhak menyampaikan dokter," ucapnya. (rih/ams/dtk/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : DTK
Fotografer : DTK

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU